Perhatikan Hal Ini agar Terhindar dari Kosmetik dan Obat Ilegal

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 350

Perhatikan Hal Ini agar Terhindar dari Kosmetik dan Obat Ilegal
Kepala BPOM Kalbar, Susan Gracia Arpan. (SP/Anugerah)
PONTIANAK, SP - Kepala Badan POM Kalbar, Susan Gracia Arpan, mengimbau agar masyarakat teliti sebelum membeli obat dan kosmetik, lantaran masih banyak beredar barang-barang ilegal.

Kosmetik dan obat ilegal itu, tentu saja dapat merugikan kesehatan.

“Kita harapkan konsumen tidak terlalu begitu serta merta memilih misalnya produk kosmetik atau produk obat tradisional atau produk jamu yang berasal dari luar (negeri),” ujar Susan, kemarin.

Susan mengatakan, produk yang diawasi oleh BPOM yaitu obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan dan pangan. Untuk pengawasan terhadap peredaran obat, pihaknya melakukan pengawasan di sarana produksi, namun dikarenakan di Kalbar tidak memiliki sarana produksi industri farmasi, maka diawasi pada sarana distribusi atau sarana pelayanan kefarmasian.

Sarana kefarmasian tersebut yaitu meliputi apotek, Puskesmas, instalasi farmasi di rumah sakit dan di toko obat. Begitu pula denga jenis obat tradisional dan kosmetik.

Produk-produk luar negeri seperti produk asal Tiongkok yang labelnya menggunakan tulisan Tionglol menurutnya patut untuk dicurigai izin edarnya, dikarenakan produk yang beredar di Indonesia berdasarkan aturan yang ada wajib menggunakan tulisan berbahasa Indonesia.

Selain itu, dia mengingatkan agar masyarakat tidak membeli produk jamu atau obat tradisional yang mengklaim menyembuhkan penyakit, sebab obat tradisional atau jamu herbal Indonesia dalam kemasan sebatas untuk meningkatkan stamina tubuh. 

Begitu pula dengan jenis jamu dengan label dapat menurunkan panas, sebab bisa saja produk tersebut telah ditambahkan dengan obat kimia penurun panas yang tidak sesuai dengan dosis yang tentu sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Jadi obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat harus diwaspadai,” katanya.

Sama halnya dengan produk-produk kosmetik yang menawarkan efek instan bagi tubuh seperti krim-krim pemutih yang banyak beredar dan mengklaim mampu memutihkan kulit dalam sekali cuci. 

Produk tersebut juga patut dicurigai menurutnya dikarenakan bisa saja mengandung merkuri yang merupakan jenis logam berat yang dapat mengakibatkan iritasi kulit hingga kanker kulit.

“Jadi jangan percaya yang serba instan,” imbuhnya.

Untuk memilih produk yang baik menurutnya masyarakat harus selalu menerapkan sistem Ceklik (cek kemasan, cek label, izin edar dan kedaluwarsa).

BPOM juga menurutnya rutin melakukan pengawasan di sarana-sarana distribusi kosmetik dan obat-obatan.

Sementara untuk perdagangan produk-produk kosmetik berbasis online, pihaknya juga terus melakukan pengawasan dengan menelusuri perdagangan produk yang mencurigakan.

Dalam melakukan penelusuran tersebut, pihak BPOM harus berpura-pura menjadi pembeli untuk mendapatkan informasi dari penjual online yang agennya berada di Kota Pontianak.

“Artinya online juga kita sentuh,” ujarnya.

Terdapat tiga kategori pengawasan yang dilakukan oleh BPOM Kalbar. Yaitu pengawasan rutin yang dilakukan setiap hari, pengawasan intensifikasi dan pengawasan khusus seperti pengawasan terhadap penjualan produk secara online.

“Kan kita ada operasi gabungan daerah, operasi gabungan nasional. Jadi artinya tetap di sasar untuk produk online,” tambahnya.

Bagi para penjual, menurutnya akan dilihat terlebih dahulu sarana yang digunakan legal atau tidak. Jika ilegal maka akan dilihat kembali hal itu disengaja atau tidak. Sebab pihaknya memiliki pedoman tindak lanjut, mulai dari pembinaan, peringatan, peringatan keras, penghentian sementara hingga peradilan.

“Kalau izin usaha, kita rekomendasikan penerbit izin usaha, Pemda,” tandasnya. (rah)