Katib Syuriah NU Pontianak Komentari Insiden Dugaan Candaan Bom di Supadio

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 971

Katib Syuriah NU Pontianak Komentari Insiden Dugaan Candaan Bom di Supadio
Katib Syuriah NU Pontianak, Andi Nuradi. (ist)
PONTIANAK, SP - Katib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pontianak, Andi Nuradi alias Kiai Magang menilai, perlu adanya evaluasi dari maskapai penerbangan khususnya Lion Air dalam mencegah calon penumpang menjadikan isu bom sebagai bahan candaan.

"Yang terpenting pihak maskapai mesti menyosialisaikan pada seluruh calon penumpang dan masyarakat luas agar tak lagi bercanda soal bom," kata Andi kepada Suara Pemred, Selasa (29/5).

Cara menyosialisasikan yang paling sederhana menurut dia adalah memasang spanduk atau baliho imbauan di setiap konter pembelian tiket atau konter boarding pass. 

Menurut dia, jangan menerapkan hukum tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu. Itu namanya bagian dari pembiaran terhadap ketidaktahuan masyarakat. 

"Saya bukan bela FN, tapi hal begini sering jadi momok," ucapnya. 

Andi menyatakan mendukung kerja profesional aparat kepolisian untuk mengungkap kronologi peristiwa ini sejelas mungkin, agar masyarakat yang jadi korban kepanikan mendapatkan keadilan. 

"Jika saudara FN emang nyata bercanda bom maka dia harus bertanggungjawab atas apa yang diucapkannya. Namun jika tidak, dan ternyata karena faktor missed komunikasi maka tak ada salahnya pihak maskapai yang meminta maaf kepada yang bersangkutan dan para korban kepanikan dugaan candaan bom," tuturnya.

Jadi, sebaiknya soal simpang siur berita tersebut menunggu penjelasan rinci dari pihak kepolisian yang sudah memeriksa semua pihak yang berada di lokasi, agar persepsinya tunggal. Dan semua pihak mendapatkan keadilan serta mampu memetik pelajaran, bahwa hal-hal yang sifatnya hoaks walaupun candaan bisa menjadi persoalan hukum.

"Semoga para korban kepanikan yang dirawat segera sembuh dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga," ujarnya. 

Selain itu, dia berharap setiap maskapai memastikan kesehatan pendengaran terutama bagi pramugari itu baik. Sehingga bisa menangkap maksud pembicaraan dengan para penumpang.

"Hal ini penting, apalagi di fase begini, kita sedang fobia terhadap bom," tandasnya. (ang)