Dewan Kritik Peran Malaysia dalam Berantas Penyeluduan Narkoba

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 785

Dewan Kritik Peran Malaysia dalam Berantas Penyeluduan Narkoba
Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Subhan Nur. (SP/Sap)

PONTIANAK, SP - Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Subhan Nur meminta agar segenap lapisan masyarakat waspada terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang bisa menghancurkan masa depan bangsa. Salah satunya adalah narkoba.

Subhan mengaku kecewa lantaran selama ini narkoba yang masuk ke wilayah Kalbar merupakan sindikat internasional yang memanfaatkan jalur perbatasan Indonesia Malaysia, seperti halnya baru-baru ini dimana Polda Kalbar berhasil mengamankan 8 kilo sabu yang masuk dari wilayah perbatasan.

Ia menilai ada unsur kesengajaaan yang turut berperan di sana, dimana baru-baru ini Polda Kalbar berhasil mengamankan 8 kilo sabu yang masuk dari wilayah perbatasan.

"Narkoba ini cukup masif masuk ke Kalbar melalui jalur perbatasan. Ini merupakan gerakan masif untuk menghancurkan bangsa kita," ujarnya, Jumat (8/6).

Masuknya narkoba dalam jumlah besar melalui jalur resmi di pintu perbatasan kata Subhan patut menjadi kecurigaan bersama. Pasalnya mengapa barang itu bisa lolos pemeriksaan di wilayah Malaysia. Padahal Malaysia juga katanya tentu memiliki petugas ahli untuk mendeteksi barang-barang terlarang seperti narkoba.

"Kita wanti-wantilah kepada Malaysia jangan jadi tetangga yang brengsek. Artinya dari pihak mereka juga harus intensif melakukan pemeriksaan. Ini kan ada perjanjian J to J antara kedua negara. Seharusnya sebagai tetangga yang baik mereka juga harus mengantisipasi barang tersebut masuk ke Indonesia," sesalnya.

"Aparat penegak hukum mereka itu kan cukup terlatih juga dalam pemberantasan narkoba. Selama ini kita ketahui sebagian besar narkoba itu masuknya dari Malaysia dan ini ada apa, kan banyak hal akhirnya jadi tanda tanya," lanjutnya.

Apalagi kata Subhan Kalbar merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak border sehingga menjadi peluang besar bagi upaya pihak tertentu untuk menyeludupkan barang haram tersebut masuk ke Indonesia melalui Kalbar.

"Di darat saja kita yang resmi itu ada tiga, belum jalur tikus, itu banyak sekali, tambah lagi jalur laut, tentunya ini tidak cukup jika kita hanya bergantung pada aparat di lapangan. Jumlah mereka terbatas. Kita harus juga membantu upaya perlawan terhadap narkoba misalnya stakhokder ini harus mengadakan suatu gerakan perlawanan. Tidak hanya terhadap narkoba, tapi juga terhadap bahaya terorisme dan komunisme," pungkasnya. (nak)