Cegah Pekerja Migran Ilegal, BP3TKI Pontianak Bikin Grup WhatsApp Kades

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 961

Cegah Pekerja Migran Ilegal, BP3TKI Pontianak Bikin Grup WhatsApp Kades
Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Pontianak, Andi Kusuma Irvandi. (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Pontianak, Andi Kusuma Irvandi mengatakan, guna menangkal para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak memiliki dokumen lengkap bekerja di luar negeri, pihaknya telah melakukan pencegahan dengan bekerjasama dengan instansi terkait.

“Kita melakukan pencegahan, kalau tidak maka harus dilengkapi dokumennya,” ujarnya, Selasa (12/6).

Selain itu, menurutnya dalam UU Nomor 18 tahun 2017, peran kepala desa menjadi sangat penting dalam hal ini. Untuk itu, pihaknya membuat sebuah grup WhatsApp yang isinya semua kepala desa.

Dalam grup tersebut, pihaknya menyampaikan informasi, bagaimana proses yang seharusnya dalam bekerja. Selain itu, ada laporan feedback dari kepala desa, jika ada warganya yang berangkat.

“Informasinya dari situ semua, penanganannya juga dari situ,” imbuhnya.

Direncanakan bahwa program grup WhatsApp tersebut akan terus disebar hingga ke wilayah lainnya.

Untuk bekerja ke luar negeri, dia mengimbau agar masyarakat tidak percaya dengan bujuk rayu dan imingan mendapat gaji yang besar dan dengan proses yang mudah. Sebab, jika ingin bekerja ke luar negeri harus melalui berbagai proses.

Masyarakat juga harus melakukan pengecekan kebenaran informasi kepada instansi terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja Kabupaten setempat, BP3TKI Pontianak, P4TKI Entikong atau Sambas.

Menjadi PMI yang legal, dikatakannya akan lebih nyaman dan aman, dikarenakan saat bekerja akan menjadi lebih tenang.
“Kalau mau bekerja ke luar negeri, ikutilah prosedur yang resmi,” pungkasnya. (rah)