KPPAD Minta Forum Rangkul Anak Bermasalah

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 302

KPPAD Minta Forum Rangkul Anak Bermasalah
Ilustrasi. (Net)
PONTIANAK, SP - Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar telah mengembalikan lima anak yang tertangkap oleh Polsek Pontianak Barat kepada orangtuanya, setelah sebelumnya dibina selama satu minggu di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT), Jalan Ampera, Kecamatan Pontianak Kota.

Ketua Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Eka Nurhayati mengatakan bahwa selama berada di PLAT, pihaknya memberikan pendidikan karakter, pengembangan diri, motivasi, pengajian dan olahraga kepada anak-anak tersebut.

Pendidikan karakter yang diberikan kepada anak-anak tersebut, yaitu mengenai bagaimana anak-anak ini mengerti dengan moralitas, serta menggali apa yang menjadi motif sehingga terjerumus untuk menghisap lem.

“Ternyata salah pergaulan dan pola asuh di rumah jadi penyebab, akhirnya mereka mencari hiburan, kesenangan di luar, mencari kenyamanan, ketemu pergaulan yang salah,” katanya.

Di antara lima anak yang dipulangkan, menurut Eka kebanyakan memang mengalami masalah di dalam keluarganya.

Pengaruh yang tidak baik terhadap anak ini, dikataaknnya juga karena anak-anak merasa lebih nyaman dengan pola pergaulan yang salah di luar.

Pergaulan yang salah ini lambat laun, menurut Eka akan dapat membahayakan anak ke depannya, karena dari hal-hal kecil semakin lama akan mengarah pada hal negatif yang lebih besar.

Bahkan, saat dilakukan komunikasi, para anak sempat menangis dan menceritakan latar belakang kehidupannya.

“Jadi saya lihat ini anak-anak sebenarnya background-nya bukan salah mereka, tapi memang 90 persen ini salah orangtua,” tuturnya.

Selama satu minggu disana, dia mengatakan walaupun anak-anak tersebut berkumpul bersama anak lain dengan permasalahan hukum, namun perkembangannya cukup baik.

Pihaknya melakukan pengontrolan setiap hari sejak pagi hingga malam hari. Mulai dari memeriksa dan memberikan makanan hingga tidur para anak.

“Ini paling tidak membuat efek jera. Di rumah saya pakai kasur, disini tidurnya hanya pakai kasur ala kadarnya, terus makan mereka harus mengantre dengan porsi yang ditentukan, bangun pagi jam setengah lima salat,” jelasnya.

Selain itu, para anak juga diberikan pelajaran singkat dengan sistem seperti bermain, sehingga anak bisa lebih santai dan nyaman.

Berbagai kegiatan yang diberikan tersebut akan mengajarkan kepada para anak tersebut tentang kebersamaan, kekompakan dan kekeluargaan.

Ke depan pihaknya akan membentuk sebuah wadah bagi anak-anak berupa forum yang akan mengarahkan mereka untuk dapat berprestasi. 

Pasalnya, forum anak yang ada saat ini hanya mengakomodir mereka yang berprestasi saja, sementara anak-anak bermasalah tidak mendapat ruang komunikasi positif. (rah/bob)