Kualitas Udara di Kota Pontianak Masih Baik, Warga Jangan Bakar Sampah

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 429

Kualitas Udara di Kota Pontianak Masih Baik, Warga Jangan Bakar Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Tinorma Butar Butar. (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Tinorma Butar Butar, Kamis (19/7) mengatakan, hingga saat ini kualitas udara di Kota Pontianak masih dalam katagori baik. 

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) belum meningkat akibat kabut asap dari dampak kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu terpantau dari alat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang berfungsi mendeteksi kondisi udara di sekitar.

“Tapi itu memang radius lima kilometer. Kita masih dalam posisi baik,” tuturnya.

Alat AQMS bantuan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2017 itu katanya, berada di simpang empat Jalan Ahmad Yani Pontianak dan dapat dilihat langsung oleh masyarakat.

“Walaupun ada titik-titik hotspot, tapi tidak terlalu signifikan,” tambahnya.

Saat ini menurutnya terdapat tujuh titik yang berpotensi terjadinya Karhutla. Untuk itulah koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait dilakukan dengan intens.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan yang disebabkan oleh kabut asap, pihaknya telah menyiapkan masker untuk mengantisipasi jika kualitas udara memburuk.

Dampak yang saat ini mulai dirasakan masyarakat ketika berkendara pada malam hari, menurutnya disebabkan karena adanya kekeringan tanah yang ada, sehingga panas dan partikel debu bercampur dengan asap menguap ke atas, sehingga menyebabkan mata dan hidung perih.

Dalam kondisi kemarau saat ini, dia mengimbau kepada masyarakat tidak  melakukan pembakaran sampah.

“Kemarin saat patroli saya lihat di Jalan Johar ada yang bakar sampah, langsung kita dipadamkan. Tapi syukur masyarakatnya ngerti,” jelasnya.

Pembakaran sampah ini juga diatur dalam Perda Ketertiban Umum, baik di lahan milik sendiri atau bukan milik sendiri dapat dikenai sanksi tindak pidana ringan (Tipiring), baik lahan maupun sampah.

"Sebab udara merupakan kebutuhan utama manusia dalam bernafas, sehingga kualitasnya harus terus dijaga. Jika kualitas udara tidak baik maka dapat menyebabkan berbagai pengaruh kesehatan, mulai dari batuk, ISPA, hingga asma atau TBC," katanya.

Selain itu apabila debu pembakaran masuk ke dalam air maka juga dapat mempengaruhi kualitas air, hingga bisa menyebabkan diare. (rah)