Penghargaan untuk Peserta MTQ ke-72 Tingkat Kalbar, Pemkot Pontianak Berikan Bonus ke Qori-Qori'ah

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 197

Penghargaan untuk Peserta MTQ ke-72 Tingkat Kalbar, Pemkot Pontianak Berikan Bonus ke Qori-Qori'ah
PENGHARGAAN - Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memberikan bonus kepada qori-qoriah Kontingen Kota Pontianak pada MTQ 2018 tingkat Provinsi Kalbar, Selasa (31/7). (SP/Anugrah)
Atas prestasinya, Pemerintah Kota Pontianak memberikan penghargaan kepada qori-qori'ah peserta MTQ ke-72 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Kabupaten Mempawah, beberapa waktu lalu.

SP - Penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, sekaligus memberikan arahan kepada peserta, di Lantai III Kantor Walikota Pontianak, Selasa (31/7) pagi.

Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, dalam pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2018, Kota Pontianak mendapatkan delapan kelas juara.

“Tentunya pada hari ini kita undang mereka, karena mereka nanti akan mengikuti MTQ tingkat nasional, mewakili Kalimantan Barat. Jadi kita beri arahan dan motivasi serta pembagian bonus,” ujar Edi.

Pemberian bonus tersebut sesuai dengan janji dari Pemkot Pontianak kepada para perwakilan sebelum bertanding di Kabupaten Mempawah.

Dia mengtakan bahwa nilai yang di atas 95 pada perlombaan tersebut akan mendapatkan bonus dari pemerintah.

“Kita harapkan dengan waktu yang tersisa ini, mereka bisa berlatih keras, untuk melatih kualitas suara teknik,” imbuhnya.

Edi juga berharap agar para peserta yang akan mewakili Kalbar ini, nantinya bisa terus menjaga fisik dan mentalnya, agar pada MTQ Nasional bisa mendapatkan hasil yang terbaik, hingga tentu akan membuat Pemerintah Kota Pontianak menjadi lebih bangga.

Bonus yang diberikan oleh Pemkot tersebut berupa dana cash kepada peserta yang mendapat juara.

Jika para perwakilan tersebut bisa memperoleh juara pada MTQ Nasional, nantinya pemerintah tentu juga akan memberikan bonus, karena ini merupakan bentuk penghargaan.

“Bukan hanya pemerintah kota, mungkin masyarakat Pontianak juga akan merasakan dampak daripada hasil prestasi yang diraih,” tambahnya.

Pada pelaksanaan MTQ Nasional nanti, Edi menjanjikan kembali bonus bagi para juara, dengan jumlah yang lebih besar tentunya, mengingat persaingan yang semakin ketat.

Beberapa peserta yang ada tersebut, menurut Edi juga ada yang pernah mengikuti MTQ tingkat nasional, serta selalu mengikuti MTQ tingkat kecamatan, kota maupun provinsi. Jadi dirinya meyakini kolaborasi, kekompakan dan doa dari Tim MTQ Kota Pontianak bisa berprestasi secara maksimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Mulyadi menyampaikan, setelah pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Mempawah, pihaknya melaporkan kepada Walikota bahwa urusan Kota Pontianak yang menjadi juara di tingkat provinsi akan mengikuti MTQ Nasional di Kota Medan pada bulan Oktober 2018.

Pihaknya dari LPTQ Kota Pontianak telah memiliki program untuk melatih kembali para peserta tersebut. Upaya ini disambut baik oleh LPTQ Provinsi Kalbar yang juga memberikan pelatihan kepada para perwakilan selama satu minggu, yang kemudian dikembalikan lagi kepada kabupaten/kota.

“Jadi sejak 1 Agustus, sampai akhir Agustus, itu mereka berada di kabupaten/kota,” ucapnya.

Khusus untuk Kota Pontianak, sesuai dengan arahan pelatih yang ada, nantinya akan dipusatkan latihannya dan dilakukan monitor untuk melihat perkembangannya.

“Karena saya lihat nilai yang diperoleh oleh anak-anak kita ini jauh lebih baik dibandingkan yang sebelum-sebelumnya,” tambahnya.

Pengalaman-pengalaman sebelumnya juga digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan dari para perwakilan, agar dapat memperoleh juara.

Untuk MTQ Nasional tahun ini, perwakilan Kota Pontianak termasuk banyak, walaupun tidak menjadi juara umum. Walaupun pada kategori tulisan Musaf tidak mendapat juara, tetapi pada kategori Tilawah dewasa putra, Tilawah anak-anak Putri, Tilawah remaja putra-putri, Tartil putera-puteri, Mujawat dewasa putra, dan Tafis lima juz yang mendapat juara satu.

Dari perwakilan dengan nilai yang ada saat ini, tentu menurutnya ada peluang untuk bisa menjadi juara di tingkat nasional.

Jika para peserta bisa mendapat nilai di atas 95, maka itu sudah menjadi janji Pemerintah Kota untuk memberikan tambahan bonus khusus, walaupun tidak mendapat juara satu.

“Kita tetap berikan bonus, janji yang 95 itu,” tuturnya. (anugrah ignasia/bob)