ASN Diminta Bijak dalam Memanfaatkan Teknologi Informasi

Ponticity

Editor Jindan Dibaca : 885

ASN Diminta Bijak dalam Memanfaatkan Teknologi Informasi
Sosialisasi yang digelar Pemkot Pontianak

PONTIANAK, SP – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui bagian hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pontianak menggelar sosialisasi Undang-undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Kamis (13/9).

Sosialisasi dengan tema “Bijak dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi Guna Meningkatkan Kualitas Pelayanan ASN” yang diikuti oleh 200 ASN di lingkungan Pemkot Pontianak.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Pontianak, Hidayati mengatakan, sosialisasi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ini sebagai upaya mengenalkan kepada seluruh peserta, terutama di kalangan ASN Pemkot Pontianak untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan medsos. 

Pasalnya, penggunaan medsos yang salah bisa mengakibatkan seseorang tersangkut masalah hukum. 

“Mau tidak mau atau suka tidak suka, kita semua berhadapan dengan teknologi informasi sebab ada sisi positif sekaligus negatif dengan hadirnya teknologi informasi,” ujarnya.

Menurut Hidayati, pemanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektronik, sesuai dengan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, bertujuan mencerdaskan kehidupan berbangsa, meningkatkan efektivitas, dan efisiensi pelayanan publik serta membuka kesempatan seluas-luasnya, kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan, dan pemanfaatan teknologi informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab. 

“Dengan adanya UU ITE, gejolak sosial bisa diminimalisasi sehingga UU itu bisa menjadi langkah preventif dan filter informasi demi penyampaian informasi yang benar, jujur, transparan dan tidak merugikan orang lain,” paparnya.

Hidayati mendorong ASN Pemkot Pontianak mempunyai kemampuan di bidang teknologi informasi. Hal itu untuk mewujudkan sistem penerapan e-government atau pemerintahan berbasis elektronik, sehingga berani berinovasi dan keluar dari zona nyaman. 

“Dengan memanfaatkan teknologi informasi, ASN diharapkan bisa membangun zona nyaman baru dan meninggalkan pola kerja manual menuju era digitalisasi,” pungkasnya. (lha/)

Komentar