Kemiskinan Penyebab Pencabulan 3 Anak di Bawah Umur

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 139

Kemiskinan Penyebab Pencabulan 3 Anak di Bawah Umur
Kompol Husni Ramli
Pontianak, SP - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pontianak menggelar konferensi persnya terkait kasus pencabulan dan persetubuhan 3 anak di bawah umur oleh paman mereka.  

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (KaSatreskrim) Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli, mengungkapkan pihaknya telah menetapkan ketiga orang tersebut sebagai tersangka.  

“Kami sudah menangkap 2 orang tersangka yaitu AK dan AT dan untuk tersangka yang satunya lagi dengan inisial AU masih dalam pengejaran anggota Satreskrim,” ungkap Kompol Husni, di Mapolres Kota Pontianak, Selasa (13/8).  

Menurut Kompol Husni, kejadian ini berawal ketika salah satu korban dititipkan kepada pamannya dengan alasan ibunya bekerja di Malaysia dan ayah korban sudah meninggal.  

Saat ini ibu korban sedang mengurus pindah warga negara karena sudah menikah lagi di Malaysia. “Tersangka melakukan perbuatan bejat ini dirumah tersangka AU di Jalan Sungai Selamat Kecamatan Pontianak Utara,” ucap Kompol Husni.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak juga menerangkan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kejadian berlangsung sejak 2013 dan diketahui tahun 2017. Namun baru dilaporkan ke Polresta Pontianak, Agustus 2018. Tersangka pertama ditangkap bulan September dan yang kedua bulan Oktober.  

“Pelaku yang pertama kali mencabuli adalah AU,” jelas Kompol Husni.  

Sedangkan untuk tersangka AK bermula ketika salah satu korban mengalami kecelakaan lalu korban diangkat menjadi anak. Namun niat baik itu ternyata hanya tipu muslihat tersangka untuk mencabuli korban.  

Selanjutnya Kompol Husni mengungkapkan, anak-anak ini awalnya takut menceritakan perbuatan keji pamannya. Mereka diancam tidak akan dibiayai hidupnya jika sang paman dipenjara. “Sehingga anak ini bersikeras tidak ingin melaporkan perbuatan tersangka,” kata Kompol Husni.  

Polresta Pontianak bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah Kalbar mendatangkan psikolog agar korban mau menceritakan kasus ini. (din)