q Suara Pemred − Ditpolair Polda Kalbar Gagalkan Penyelundupan Kepiting Petelur

Ditpolair Polda Kalbar Gagalkan Penyelundupan Kepiting Petelur

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 150

Ditpolair Polda Kalbar Gagalkan Penyelundupan Kepiting Petelur
Pontianak, SP - Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat berhasil menggagalkan penyelundupan kepiting bakau jenis betina petelur. Sebanyak 2.604 kepiting bakau asal Balikpapan ini akan diselundupkan ke Malaysia.  

Keterangan ini disampaikan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono, di Markas Komando Direktorat Polisi Air Polda Kalbar di Siantan Hilir, Pontianak Utara, Rabu (14/11).  

Kapolda Kalbar mengatakan penangkapan ini bermula informasi yang diterima Tim Subdit Gakkum DitPolair Polda Kalbar. Dengan cepat tim melakukan penyelidikan sebagai upaya pencegahan dan penindakan di lapangan.  

Kemudian dari informasi ini, Direktur Pol Air Polda Kalbar Kombes Pol Alex Fauzi Rasad, melalui Kasubdit Gakkum AKBP Yunus Hadith Pranito memerintahkan tim bergerak mencegah penyelundupan.  

“Kemudian tim berangkat melakukan penyelidikan pada Selasa, tanggal 13 November 2018 sekitar pukul 00:30 WIB di Jalan Raya Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang,” kata Irjen Pol Didi Haryono.  

Tim Unit Tindak 2 Subdit Gakkum Pol Air Polda Kalbar yang dipimpin Kanit 2 Ipda Lutfhie, melakukan pemeriksaan mobil minibus warna putih dengan plat nomor KB 1937 WK.  

“Tim berhasil mengamankan 16 keranjang kepiting di dalam mobil yang akan diselundupkan ke Malaysia,” ujar Kapolda.  

Dari hasil penangkapan tim melakukan pengembangan dan pada hari yang sama pukul 05:30 WIB, polisi menemukan gudang penyimpanan kepiting di Komplek BTN Bali Permai Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.  

“Total kepiting telur kurang lebih 24 keranjang dan siap diselundupkan ke Malaysia.”  

Penangkapan ini berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor : 56 / PERMEN - KP / 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari wilayah Negara Republik lndonesia.

Kementerian Kelautan dan Perikanan memberlakukan larangan tersebut erat kaitannya dengan menjaga populasi kepiting bakau.  

Menurut data dan penelitian Kementerian Kelautan dan Perikanan, 1 ekor kepiting bakau jenis betina memiliki nilai ekonomi sangat tinggi. Harga kepiting petelur di pasaran, 2 kali lipat dibandingkan harga kepiting biasa.  

Menurut Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Ikan (BKIPM) Pontianak, dari 1 ekor kepiting betina dapat menghasilkan 1-2 juta telur kepiting. Sehingga dapat diasumsikan, pencegahan penyelundupan ini menyelamatkan potensi 3,9 miliar calon kepiting baru.

Perkiraan kerugian negara akibat penyelundupan kepiting betina sekitar Rp 182 juta. Polisi menetapkan tersangka atas nama MS (sopir), LT (pengurus operasional), NC (pekerja sortir dan pengepakan ), serta AH (pekerja pengepakan)


“Pelaku akan dikenakan UU Perikanan Nomor 45 tahun 2009 dengan hukuman 6 tahun dan denda Rp 1,5 miliar,” kata Kapolda. (din)  




Komentar