q Suara Pemred − Gubernur Kalbar Minta BPD Jeli Baca Peluang Bisnis

Gubernur Kalbar Minta BPD Jeli Baca Peluang Bisnis

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 132

Gubernur Kalbar Minta BPD Jeli Baca Peluang Bisnis
Pontianak, SP - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengaku membenci hal-hal yang bersifat intervensi dalam kebijakan. Intervensi akan menyebabkan arah kebijakan tidak jelas.  

Demikian juga intervesi terhadap Bank Pembangunan Daerah (BPD). Gubernur yakin banyak Komisaris dan Direksi Bank Pembangunan Daerah takut kepada Gubernur.  

Sutarmidji meminta Direksi BPD berani untuk tidak diintervensi oleh siapapun. “Saya melihat masih ada yang takut gubernur, masih ada yang takut bupati, wali kota, sehinga perencanaan yang sudah disusun untuk satu tahun buyar di tengah jalan,” kata Sutarmidji saat membuka Musyawarah dan Seminar Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris BPD Seluruh Indonesia tahun 2018 di Pendopo Rumah Jabatan Gubernur Kalbar, Jalan Ahmad Yani Pontianak, Rabu (14/11).  

Dia mencontohkan, dulu PDAM Kota Pontianak mengalami kerugaian Rp 1,2 miliar dan sekarang untung sekitar Rp 36 miliar. Sutarmidji mengaku selama menjabat Wali Kota Pontianak tidak pernah mengintervensi.  

“Mereka harus melakukan efisiensi dan transparansi dalam setiap kegiatan-kegiatan apakah itu berdampak bagi pertumbuhan perusahaan atau tidak. 

Investasi yang dilakukan apakah berdampak atau tidak. Bank Pembangunan Daerah juga harus pandai melihat peluang. Peluang untuk pengembangan dan sinergi dengan pemerintah daerah,” ujar Gubernur.  

Sutarmidji meminta BPD memahami  betul program pemerintah daerah. BPD harus dapat membaca utuh APBD pemerintah daerah sehingga menjadi peluang pengembangan usaha.  

“Kalbar APBD nya tidak besar, hanya lima koma sekian triliun. Tapi bayangkan kalau untuk daerah yang APBD nya mencapai Rp 40-50 triliun peluang untuk pengembangan bisnis BPD itu sangat besar dan itu jangan lari ke pihak lain,” katanya.

Sutarmidji melihat peluang BPD mengelola pendanaan belanja infrastruktur.  Hampir tidak ada perusahaan pemenang tander yang sudah memiliki modal saat mendapatkan proyek.  

“Kita lihat kemampuan perusahaannya. Kalau memang itu pengusaha yang baik maka dekati dan lakukan, jangan menunggu. Kedepan, bapak ibu tidak bisa lagi menunggu orang datang ke bank, tapi kita yang datang kepada mereka.”  (nak/)