Polda Kalbar Ungkap Kasus Pidana Perdagangan Orang

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 222

Polda Kalbar Ungkap Kasus Pidana Perdagangan Orang
Pontianak, SP – Direkrotar Reserse Kriminal Umu Polda Kalimantan Barat mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sebanyak 42 korban berhasil diselamatkan polisi.  

Hal ini terungkap dalam jumpa pers yang disampaikan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono, Jumat (16/11). Menurut Kapolda , arus tenaga kerja migran illegal yang melalui wilayah Kalimantan Barat menuju Sarawak, Malaysia terus berlangsung.  

“Namun atas kesigapan dan kejelian anggota di lapangan, penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar berhasil mengungkap para pekerja migran yang akan berangkat menuju Malaysia ini,” kata Irjen Pol Didi Haryono dalam kesempatan tersebut.  

Para tersangka kasus ini dijerat pasal Tindak Pidana Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri dan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Polisi menetapkan AND (43 tahun) dan  ASH (39 tahun) sebagai tersangka.  

“Adapun korban 42 orang terdiri dari 38 orang calon pekerja migran Indonesia alias PMI Ilegal dan 4 balita. Barang bukti juga turut diamankan. Antara lain, paspor, hand phone, tiket pesawat, dan kartu identitas,” terang Irjen Pol Didi.  

Kapolda mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar jangan mudah percaya kepada  calo dan tidak mudah diiming-imingi gaji besar. “Bekerja di luar negeri tidak semudah yang dibayangkan. Lebih baik (bekerja) di negeri sendiri,” imbuhnya.  

Kepala Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), Andi Kusuma yang turut dihadirkan pada kesempatan itu mengatakan Kalbar menjadi daerah transit calon PMI dari luar Kalbar.  

“Pemerintah sudah menyiapkan kantor terpadu untuk keberangkatan PMI di Sambas dan Entikong. Saya berharap semua dapat mengikuti prosedur resmi,” pintanya.

Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Kalbar, sejak Januari hingga November, pemulangan atau deportasi pekerja migran Indonesia melalui Kalbar sebanyak 1.964 orang. (hms/nak)