q Suara Pemred − Terima Penghargaan Natamukti Nindya, Pontianak Miliki UMKM Berkelas Dunia

Terima Penghargaan Natamukti Nindya, Pontianak Miliki UMKM Berkelas Dunia

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 207

Terima Penghargaan Natamukti Nindya, Pontianak Miliki UMKM Berkelas Dunia
TERIMA PENGHARGAAN - Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat menerima Penghargaan Natamukti Nindya di Graha Widya Bhakti, Jakarta, Kamis (15/11). (Ist)
Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono 
“Kali ini tahun 2018 naik tingkatannya, ini penghargaan tertinggi yang diterima hanya beberapa kota di Indonesia, artinya UMKM di Pontianak sudah berkelas dunia” 

PONTIANAK, SP - Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menerima Penghargaan Natamukti Nindya sebagai bentuk apresiasi kepada Kabupaten/Kota Terbaik dalam meningkatkan daya saing UMKM secara keseluruhan baik ditingkat Nasional bahkan Internasional dari International Council for Small Business (ICSB). 

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI, AAGN Puspayoga pada Puncak Penganugerahan Gebyar UKM Indonesia 2018 di Graha Widya Bhakti, Jakarta, Kamis (15/11).

Edi menyatakan, Natamukti Nindya ini merupakan penghargaan yang tertinggi untuk penghargaan  UMKM. Sebelumnya, tahun 2016 penghargaan yang diterima yakni Natamukti, sifatnya masih nasional meskipun penilaian dari 70 negara. 

“Kali ini tahun 2018 naik tingkatannya, ini penghargaan tertinggi yang diterima hanya beberapa kota di Indonesia, artinya UMKM di Pontianak sudah berkelas dunia,” katanya.

Penilaian dilakukan oleh lembaga internasional yang bekerjasama dengan Indonesia. Variabel penilaian yang terutama dari sisi jumlah UMKM yang ada. Kemudian kreativitas, teknologi, kualitas dan mutu produk UMKM. 

“Pontianak ini produknya sudah berorientasi internasional contoh produk aloe vera bahkan produk industri kreatif banyak yang sudah berorientasi internasional artinya bisa diterima oleh masyarakat luas,” ungkap Edi.

Terpilihnya Pontianak sebagai penerima penghargaan, lanjut dia, lantaran UMKM di Kota Pontianak sudah masuk dalam kategori Pentahelix. Pentahelix mencakup adanya pelaku usaha, komunitas usaha, keterlibatan pemerintah dalam pembinaan, keterlibatan akademis dalam rangka membantu mempertajam peningkatan mutu dan keterlibatan media. 

“Kota Pontianak termasuk kelompok Pentahelix apalagi sekarang menuju Revolusi Industri 4.0 jadi produk kita memang sudah berorientasi internasional dan itu sebagai salah satu indikator penilaian,” cetusnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Hariyadi S Triwibowo menuturkan, pihaknya terus mendorong kualitas produk UMKM di Kota Pontianak sehingga mampu bersaing di tingkat global. 

“Apalagi kita sekarang ini sedang mencoba untuk mendorong hubungan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika sehingga kita bisa masuk dari celah-celah itu dengan produk yang sudah berbasis teknologi,” terangnya.

Ia berharap para pelaku UMKM di Kota Pontianak sudah bisa mengakses melalui aplikasi-aplikasi seperti Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Alibaba dan sebagainya. Namun yang terpenting adalah bagaimana mempertahankan kualitas mutu, kontinuitas produk dan branding merek. 

“Sehingga mampu bersaing di tingkat internasional,” sebutnya.

Diterimanya penghargaan Natamukti Nindya ini merupakan suatu indikator bahwa UMKM di Kota Pontianak tidak dipandang sebelah mata. 

“Natamukti Nindya ini artinya UMKM di Kota Pontianak sudah berkelas dunia,” pungkasnya. (hms/ind)

Dorong Perekonomian Kalbar

Pemerintah Provinsi Kalbar juga terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan kesejahteraan warga. 

"Pak Gubernur Kalbar Sutarmidji selalu meminta agar pelaku usaha UMKM dan koperasi mesti dapat perhatian dan pembinaan khusus untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, Herkulana Mekarryani ketika membuka Bimbingan Teknis Manajemen pelaku UMKM di Putussibau, Kapuas Hulu, Kamis (15/11).

Disampaikan Herkulana, UMKM dan koperasi memiliki peranan strategis dalam pertahanan ekonomi masyarakat dimana ketika beberapa kali terjadi krisis di Indonesia, namun UMKM tetap berkontribusi mengerakan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Herkulana, Gubernur Kalbar Sutarmidji sangat berharap agar UMKM dan koperasi terus berkembang dengan menggali potensi dan peluang usaha.

"Indonesia-Malaysia sudah ada kesepakatan, salah satunya ekspor impor barang, tinggal menunggu terminal barang di perbatasan dan itu harus benar-benar dimanfaatkan," kata dia.

Hanya saja, kata Herkulana, yang perlu didorong itu hak cipta terutama karya pelaku usaha anyam-anyaman dan baju manik-manik, karena itu sudah mendunia.

"Rata-rata baju manik yang ada di Sabah Malaysia itu hasil pengerajin dari Kapuas Hulu, namun yang lebih dikenal dari Malaysia padahal asli dari kita di Kalbar," ucap Herkulana.

Terkait pengembangan UMKM, kata Herkulana, juga perlu penguatan modal sehingga perlu ada kemudahan dalam akses keuangan dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat diantaranya di Bank Kalbar dan Bank BRI.

"Jika kurang modal pengembangan usaha manfaat KUR selain itu perbaiki manajemen," pesan Herkulana.

Jika manajemen baik, kata Herkulana maka akan terwujud pelaku UMKM yang berdaya saing menghadapi tantangan nasional dan global. (ant/ind)