q Suara Pemred − Forum Lintas Etnis Kalbar, Duduk Semeja Selesaikan Masalah

Forum Lintas Etnis Kalbar, Duduk Semeja Selesaikan Masalah

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 555

Forum Lintas Etnis Kalbar, Duduk Semeja Selesaikan Masalah
Pontianak, SP - Forum Lintas Etnis Kalimantan Barat mengadakan Coffee Morning, kegiatan rutin bulanan yang diikuti berbagai paguyuban di Kalbar.  

Khusus bulan ini, Dewan Pengurus Daerah Kerukunan Masyarakat Batak (DPD Kerabat) Provinsi Kalimantan Barat yang menjadi tuan rumah. Ketua panitia kegiatan, Rihat Natsir Silalahi mengharapkan forum tersebut bisa menjadi wadah silaturahmi antarentnis.

“Jadi untaian harapan kita dari kerabat dengan adanya forum ini, menjadi forum yang terbuka, inklusif, dan forum yang dialogis. Jadi segala sesuatu kita diskusikan, dari kita untuk kita,” ujarnya, Jumat (16/11) di Rumah Melayu.


Untuk diketahui, pencetus Forum Lintas Etnis adalah Chairil Effendy Ketua Majelis Adat dan Budaya Melayu Kalimantan Barat. Sejak awal mengundang paguyuban-paguyuban untuk duduk satu meja. Kemudian, jadilah coffee morning yang dilakukan sebulan sekali dengan tuan rumah yang berbeda.  

“Harapan kita juga bahwa coffee morning seperti ini dilanjutkan supaya tercipta silaturahmi. Mari kita perbanyak silaturahmi untuk merajut kebersamaan hidup rukun damai berdampingan,” kata Rihat. 

Tanggapan positif datang dari Jakius Sinyor, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Barat. Menurutnya, coffee morning membentuk rasa persaudaraan antaretnis.  

“Apalagi di Kalbar ada suku yang bermacam-macam, maunya kita bersatu menjaga kondisi. Bukan kita menganggap tidak aman, tapi dengan kondisi seperti ini ada rasa kekeluargaan,” kata Jakius.

Jakius menilai bahwa Forum Lintas Etnis Kalimantan Barat dapat menjadi peredam jika ada isu-isu dari luar yang sifatnya untuk merongrong negara. Forum Lintas Etnis siap duduk bersama dan menjalin komunikasi yang baik.  

“Karena bagaimanapun juga, saya rasa kita akan lebih mudah berkomunikasi. Inilah tujuan kita mengadakan coffee morning. Saya rasa tidak terlalu sulit ya, karena satu bulan sekali,” imbuh Jakius.  

Tanggapan lain datang dari anggota DPR RI Komisi 3 Dapil Kalbar, Erwin TPL Tobing. Erwin mengungkapkan bahwa acara bertajuk ‘Melalui seni budaya, kita rajut persahabatan dan persaudaraan menuju Kalbar yang maju’ merupakan acara yang sangat bagus. “Saya menghargai acara ini, ini betul-betul suatu acara yang sangat bagus mempertemukan multietnis,” ujarnya.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah perpecahan multietnis, kata Erwin, adalah dengan duduk bersama dan berdiskusi. Dia mengaku begitu terkesan dengan keakraban yang tercipta dalam forum.  

“Ini adalah cara mencegah konflik di masyarakat. Saya memberi apresiasi kepada pencetusnya. Semoga semakin baik, semakin lancar,” kata Erwin Tobing. (lha/)