q Suara Pemred − Pokja Rumah Demokrasi, Rumah Edukasi Politik

Pokja Rumah Demokrasi, Rumah Edukasi Politik

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 193

Pokja Rumah Demokrasi, Rumah Edukasi Politik
Pontianak, SP - Dalam membangun tatanan demokrasi lokal yang berkualitas dan berintergritas, semua pihak harus bahu-membahu memberikan pencerdasan politik kepada masyarakat.  

Hal itulah yang melatar belakangi tersebentuk Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Demokrasi. Organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pemilu dan demokrasi.  

Ketua Pokja Rumah Demokrasi, Zainudin Kismit menjelaskan bahwa Kelompok Kerja bukan lembaga di bawah atau dibentuk oleh pemerintahan. Kelompok Kerja Rumah Demokrasi adalah lembaga independen yang mayoritas berisi anak muda yang memiliki visi dan misi mengabdi untuk bidang kepemiluan dan demokrasi.  

“Kami punya wacana di awal tahun 2017 dan organisasi baru terisi kepengurusan pada Agustus 2017. Saat itu kami berpikir perlu membuat organisasi yang fokus bergerak di bidang kepemiluan dan demokrasi di daerah,” jelasnya.  

Saat ini Pokja Rumah Demokrasi telah membentuk Kordinator Wilayah (Korwil) yang dibagi atas beberapa zona. Zona I meliputi daerah Singkawang, Bengkayang, dan Sambas (Singbebas), zona II Kayong dan Ketapang , serta zona III Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.  

Dimana sampai saat ini pihaknya masih fokus pada tiga zona tersebut. Katanya dikembangkan Pokja Rumah Demokrasi dengan zona tersebut, sebagai upaya agar pengawalan dan edukasi politik juga sampai ke daerah.  

“Kawan-kawan merasa perlu juga dikembangkan di daerah, karena selama ini yang memberikan edukasi politik hanya KPU dan Bawaslu. Makanya kami masuk pada daerah-daerah yang memang kawan-kawan siap,” kata Zainudin.  

Pokja Rumah Demokrasi dibentuk sebagai pengawalan dan edukasi terhadap proses demokrasi di daerah. Apalagi pihaknya menilai potensi lemahnya demokrasi karena narasi negatif yang terbangun di beberapa kali pesta demokrasi, baik itu Pilkada serentak, Pileg, maupun Pilpres.   

“Kita berharap di daerah itu tidak terjadi polarisasi politik yang negatif terlalu besar.”   

Menurut Zainudin yang terpenting saat ini dengan maraknya ujaran kebencian dan hoax, masyarakat harus terus diberikan narasi politik yang positif. “Kami berterima kasih sambutan baik dari masyarakat untuk kita. Harapannya melalui Pokja Rumah Demokrasi kami dapat terus mengedukasi masyarakat.”   

Pemilu 2019 pihaknya akan ikut mengawal prosesnya, melalui diskusi dan kajian-kajian ilmiah. Seperti kegiatan diskusi yang membahas DPD RI.   “Kami berupaya dan berharap agar lembaga ini terus berkembang, agar bisa mengedukasi masyarakat dan memberikan evaluasi perbaikan terhadap proses penyelenggaraan,” katanya. (iat)