q Suara Pemred − Jaksa Tersangka Pencabulan Anak, KPPAD Berharap Kejati Objektif

Jaksa Tersangka Pencabulan Anak, KPPAD Berharap Kejati Objektif

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 149

Jaksa Tersangka Pencabulan Anak, KPPAD Berharap Kejati Objektif
Pontianak, SP – Komisi Pengawas dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat memberikan keterangan tentang perkembangan terbaru kasus dugaan kekerasan seksual dengan korban A dan tersangka AJ.  

Menurut Divisi Data Informasi dan Pelayanan Pengaduan/Mediasi KPPAD Kalbar, Alik R Rosyad, pada hari Kamis lalu Polda Kalbar telah menetapkan AJ sebagai tersangka.  

“Artinya yang diyakini oleh kami, KPPAD Kalimantan Barat ternyata sejalan dengan bukti dan keterangan saksi bahwa memang benar telah terjadi kasus kejahatan seksual dengan tersangka AJ,” kata Alik di kantor KPPAD, Minggu (18/11).  

Sementara ini, KPPAD menunggu tanggapan dari Kejaksaan yang memproses kasus agar sampai ke tahap kedua, untuk selanjutnya bisa dilimpahkan ke pengadilan. KPPAD berharap agar Kejaksaan objektif dan independen dalam menangani kasus ini.  

Sebab, kata Alik apa yang dilakukan oleh AJ bukan dalam kapasitas dinas (seorang jaksa), tetapi itu dilakukan atas keinginan pribadi. Tersangka diancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.  

Ancaman hukuman bisa ditambah sepertiga, jika pelaku adalah keluarga korban atau tenaga pengasuh. Jadi menurut Alik dala kasus ini tersangka dapat diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.  

Menurut Alik, kelanjutan kasus saat ini bergantung pada Kejaksaan. “Harapan kami bisa dilakukan penahanan, sekaligus Kepala Kejasaan Tinggi bisa mengupayakan untuk sementara (tersangka) dinonaktifkan, agar AJ bisa berkonsentrasi menyelesaikan kasusnya sampai proses pengadilan,” pungkasnya.  

Dewi Ari Purnamawati, pengacara korban berharap Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meneliti perkara bisa bersikap profesional dan amanah melindungi kepentingan hukum korban.

“Insya Allah, mereka bisa. Kita tunggu saja 14 hari ke depan, ada tidak petunjuk jaksa yang diberikan. Semoga langsung P 21,” harapnya.  

Seperti diketahui, tersangka AJ adalah jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. AJ dilaporkan mantan istrinya, Ma ke Polda Kalbar pada Selasa 31 Juli 2018 atas dugaan perbuatan cabul terhadap anak mereka A. 

“Kasus ini sudah saya laporkan. Saya hanya berharap dan ingin keadilan untuk anak saya. Saya ingin melindungi anak saya. Saya tidak mau berbelit-belit. Semoga apa yang kami laporkan dapat diproses, ditanggapi dengan cepat dan baik,” kata Ma saat memberikan keterangan pers wartawan di Pontianak Selatan, 4 Agustus 2018. (lha/)