WWF Dampingi Petani Bangun Kebun Sawit Berkelanjutan

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 128

WWF Dampingi Petani Bangun Kebun Sawit Berkelanjutan
Pontianak, SP  - Dalam upaya mendorong pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan, WWF Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sintang melakukan pendampingan dan penguatan petani sawit swadaya.  

Intervensi pemerintah dalam proses awal budidaya sawit menjadi penting. Hal itu dilakukan untuk memastikan perkebunan sawit swadaya masyarakat dibangun di area yang sesuai dengan tata ruang kabupaten.  

Pemerintah juga wajib mengawasi agar produktivitas kebun sawit tinggi namun tentunya berwawasan lingkungan.

WWF Indonesia program Kalimantan Barat dan United Nations Development Programme (UNDP) bekerja sama dengan Pemkab Sintang meluncurkan Program Kemitraan Pertumbuhan yang Baik – Good Growth Partnership (GCG), untuk mendukung produksi komoditas berkelanjutan di Kabupaten Sintang pada Desember 2017.  

Program tersebut difokuskan untuk mendorong praktik pengembangan dan pengelolaan perkebunan berkelanjutan pada komoditas kelapa sawit yang menyasar petani swadaya atau petani di luar perusahaan plasma.  

Hal itu menjadi salah satu upaya pelestarian kawasan hutan dan pengurangan dampak global Gas Rumah Kaca (GRK).  

Putra Agung dari WWF Indonesia menyampaikan alasan WWF terlibat dalam urusan sawit. Menurut Putra Agung, WWF tidak 'alergi' industri sawit selama tidak dibuka di area taman nasional, hutan lindung, dan menyingkirkan habitat orangutan.  

“Sawit itu bukan masalah buat kami. Tapi jangan di mana pun boleh ditanami sawit. Ada koridor-koridornya mana yang boleh dan tidak boleh. Tidak dengan (membolehkan-red) cara apa pun, misalnya dengan menggusur masyarakat adat atau dengan menimbulkan konflik sosial,” kata Putra Agung dalam media gathering bertajuk “Menuju Pembangunan Kelapa Sawit Mandiri Berkelanjutan” di Kabupaten Sintang, Kamis (29/11).

Putra mengatakan pada 3023, tidak ada lagi penggundulan hutan untuk lahan sawit di 5 taman nasional dan 25 persen terdapat di bawah skema sertifikat yang dapat dipercaya.  

Putra menyarankan untuk mengakhir suplai sawit karena industri pengolahan banyak yang tidak siap. Sebaiknya perkuat produktivitas dan produksi hilir. “Akhiri suplai dan hentikan ekspansi perkebunan kelapa sawit,” tegasnya.  

MTI Coordinator WWF Indonesia, Muhammad Munawir menjelaskan tentang program kemitraan untuk mendukung produksi komoditas berkelanjutan di Kabupaten Sintang.  

Sintang memiliki komitmen tinggi dalam konteks pelestarian dan pembangunan, walaupun belum ada bentuk legal dalam Peraturan Daerah (Perda) yang menyatakan Sintang sebagai kota lestari. “Itu merupakan satu kemajuan besar sebetulnya menurut kita, dalam konteks komitmen,” katanya.

Munawir juga mengatakan, WWF akan memdampingi petani sawit swadaya yang masuk dalam kelompok ‘rentan’, memiliki pengetahuan minim, dan memiliki lahan perkebunan 2-4 hektare. (lha/)