Pemkot Pontianak Gelar High Level Meeting, TPID Antispasi Inflasi Akhir Tahun

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 151

Pemkot Pontianak Gelar High Level Meeting, TPID Antispasi Inflasi Akhir Tahun
RAPAT KOORDINASI - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak menggelar High Level Meeting (HLM) bertempat di Aula Abdul Muis Bappeda Kota Pontianak, Selasa (4/12). (SP/Shella)
Kadis Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Abdul Manaf
"Inflasi kita terkendali. Artinya stok pangan kita cukup di Kalbar ini."

PONTIANAK, SP
- Dalam rangka mengantisipasi inflasi menghadapi Natal, Tahun Baru, dan liburan akhir tahun, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak menggelar High Level Meeting (HLM) bertempat di Aula Abdul Muis Bappeda Kota Pontianak, Selasa (4/12). 

Rapat Koordinasi itu dihadiri oleh Bank Indonesia, Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), Manajer Garuda Indonesia, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan tim TPID Lampung yang studi banding ke Kota Pontianak, serta Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. 

Menurut Edi, rapat koordinasi ini merupakan kegiatan rutin sebagai bentuk tanggapan dan kepedulian Kota Pontianak untuk mengendalikan inflasi. "Inflasi sangat berdampak terhadap daya saing dan pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak sendiri," kata dia. 

Seandainya dalam waktu dekat terjadi gejolak harga, kata Edi, Kota Pontianak bisa melakukan langkah-langkah untuk mengatasinya.

“Kita berharap pertumbuhan ini bisa memberikan kepercayaan diri terhadap Pemkot Pontianak,” tutur Edi, Selasa (4/12).

Edi menyebutkan, ada beberapa bidang yang memengaruhi inflasi di Kota Pontianak, di antaranya harga tiket pesawat dan perubahan cuaca. Khusus untuk perubahan cuaca yang drastis, misalnya terjadi ombak tinggi atau angin kencang, tentu akan membuat transportasi terganggu. Hal tersebut juga bisa menyebabkan suplai distribusi ke daerah terganggu. 

Sejauh ini, berdasarkan pantauan TPID, stok pangan sangat mencukupi hingga Februari tahun depan. Demikian juga dengan ketersediaan daging, masih mencukupi hingga Natal dan Tahun Baru. 

Terkait penghargaan TPID yang diterima oleh Kalimantan Barat, Edi meyakini bisa mendapatkan penghargaan TPID terbaik di tahun berikutnya. 

“Kita selalu optimis karena penghargaan itu dinilai oleh tim dari pusat,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf justru mengatakan bahwa saat ini inflasi di Kalbar dalam keadaan terkendali. Salah satu indikator terkendalinya inflasi adalah ketersedian stok pangan yang cukup.

“Inflasi kita terkendali. Artinya stok pangan kita cukup di Kalbar ini,” ujarnya.

Jika pun ada kenaikan-kenaikan, dirinya menilai itu sebagai hal yang wajar terutama untuk komoditas yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan musim, khususnya musim hujan yang sangat berdampak pada beberapa komoditas pertanian masyarakat.

“Yang sangat rentan terhadap kondisi cuaca misalnya cabai,” imbuhnya.

Selain itu, jika merujuk pada  data yang disampaikan oleh BPS, kata Manaf statistik pangan di Kalbar saat ini dalam kondisi cukup, meski untuk swasembada pangan saat ini belum bisa terwujud, karena sekitar 10 persen dari komoditas yang ada masih didatangkan dari luar untuk memenuhi stok kebutuhan pangan di Kalbar.

“Telur dan daging ayam kita cukup. Daging sapi 30 persen masih kita datangkan dari luar, salah satunya daging beku. Tapi tingkat konsumsi masyarakat kita di Kalbar terhadap daging beku kecil, karena masyarakat kita belum familiar dengan daging beku,” terangnya.

Manaf mengaku, pihaknya juga kerap melakukan sosialisasi terkait masalah pangan dan kebutuhan pangan bagi masyarakat Kalbar. 

“Kita kemarin ada makan sate dan bakso bersama masyarakat, kemudian jelang hari raya kita adakan bazar,” pungkasnya. (lha/nak)

Harga Pangan Stabil

Saat ini, sejumlah harga pangan masyarakat yang dijual di sejumlah pasar di Kota Pontianak umumnya stabil dan tidak ada yang bergejolak secara signifikan.

"Harga pangan yang dijual stabil. Harga ayam, ikan, sayur mayur, telur dan lainnya tidak ada yang bergejolak," ujar satu di antara pedagang Pasar Flamboyan, Hayyan di Pontianak, belum lama ini.

Terpantau hari ini harga daging ayam ras Rp29.400 per kilogram, harga dagin sapi Rp126 ribu per kilogram, harga telur di kisaran Rp1.300 - Rp1.600 per butir harga ikan gembung Rp30 ribu per kilogram, udang air tawar Rp73 ribu per kilogram dan ikan tenggiri Rp76.250 per kilogram.

Sedangkan untuk harga berbagai jenis bawang, seperti harga bawang merah juga stabil yakni Rp24.800 per kilogram, bawang putih Rp18.200 dan bawang bombay Rp15.600 per kilogram.

Sementara untuk harga jenis sayur - mayur mayoritas juga stabil, meskipun ada dua jenis sayur yang sejak beberapa hari naik. Untuk harga sayur - mayur yang stabil yakni kembang kol saat ini Rp53 ribu per kilogram, kol Rp11.800 per kilogram, bayam Rp12.600 per kilogram, kacang panjang Rp20.600 per kilogram, sawi kriting Rp12.800 per kilogram, cabai Rp58 ribu dan tomat lokal Rp17.200 per kilogram.

Untuk harga jenis sayur - mayur yang harganya naik mencolok capai Rp8.400 per kilogram, yakni kacang buncis. Saat ini harga kacang buncis Rp40 ribuan dan harga kangkung yang saat ini mencapai Rp18 ribu per kilogram.

Untuk harga komoditas strategis yang diatur pemerintah juga stabil seperti gula Rp11.700 per kilogram dan beras premium Rp13.700 per kilogram dan komoditas lainnya. (lha/bob)