Pemkab Diminta Sikapi Bawang Putih

Sambas

Editor Syafria Arrahman ST Raja Alam Dibaca : 622

Pemkab Diminta Sikapi Bawang Putih
SEPI - Suasana Pasar Sambas menjelang Bulan Puasa Ramadan masih sepi. Beberapa komoditas, terutama bawang putih sempat langka, sehingga harnganya melambung.(SUARA PEMRED/KINOI NURHADI)
SAMBAS, SP - Harga bawang putih yang kian tak terkendali meresahkan masyarakat Kabupaten Sambas. Pemkab pun diminta mencari solusi terbaik dari meroketnya harga komoditas penyedap rasa ini.  

Rosita, ibu rumah tangga di Sambas mengatakan, harus merogoh kocek cukup dalam untuk mendapatkan bumbu dapur tersebut. Menurutnya, Sudah beberapa hari, ia masak tidak menggunakan bawang putih, karena harganya sangat mahal.  

“Awalnya kan hanya Rp20 ribu, dan naik jadi Rp65 ribu. Bahkan kemarin sempat Rp100 ribu,” keluh Rosita.  

Keadaan ini semakin tidak bersahabat bagi pembeli, karena memasuki Bulan Suci Ramadan. Karena tidak hanya bawang putih yang naik harnyanya, namun hampir semua kebutuhan.  

"Pada bulan puasa, tentunya kita ingin menyajikan aneka hidangan, bumbu dapur seperti bawang putih, sangat kita perlukan. Semoga Pemkab bisa mencari solusi," harapnya.  

Hal senada dikatakan Yuli, yang terkejut dengan lonjakan harga bawang putih kali ini. Ia mengatakan, jarang sekali harga bawang putih hingga Rp100 ribu. 

“Baru sekarang kita alami, cabe juga mahal, kalau begini kita jadi susah, bawang putih kan dipakai di hampir semua jenis masakan,"katanya.   Dari pantauan Suara Pemred di Pasar Sambas, Kamis (26/5), bawang putih mulai tampak peredarannya, namun dengan harga yang masih tergolong tinggi.  

"Sudah ada bawang putih di Pasar Sambas, dari Pontianak. Dijual seharga Rp75 ribu per kilo," ungkap seorang pedagang bernama Rahmad. "Bawang putih dari Popntianak dibawa menggunakan truk, dalam sejam habis diserbu pedagang," sambungnya.  

Rahmad berharap, pasokan bawang putih semakin lancar sehingga harganya turun dan tidak memberatkan pembeli. Kepala Kabid Perdagangan, Disperindagkop Kabupaten Sambas, Nisa Azwarita mengatakan mengakui sempat terjadi kekosongan stok bawang putih pada beberapa pasar daerah di Kabupaten Sambas.  

"Hal Ini disebabkan stok bawang putih secara nasional kurang. Pempus telah mendatangkan bawang putih dari China, namun belum didistribusikan ke daerah-daerah. Semoga segera segera disalurkan, agar tidak terjadi lagi kelangkaan," katanya.  

Menurut Nisa, Disperindagkop juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, agar masalah ini bisa segera diatasi. Dengan memasuki Bulan Puasa Ramadan, pihaknya semakin meningkatkan pengawasan terhadap ketersediaan barang kebutuhan.  

“Kita pasti akan terus pantau kondisi pasar. Kita tidak tinggal diam dengan keadaan yang ada. Koordinasi dan konsultasi t erkait berbagai kebutuhan, terutama di Bulan Puasa Ramadan, terus dilakukan, karena menyangkut ketenangan umat dalam beribadah,” pungkasnya. (noi/mul)