Nelayan Tewas Terhempas Ombak

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 485

Nelayan Tewas Terhempas Ombak
CARI NELAYAN – Polisi, Tim Basarnas dan nelayan bersiap mencari dua nelayan yang hilang di Perairan Muara Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, baru-baru ini. Dua nelayan pun ditemukan dalam keadaan tak bernyawa setelah perahu yang ditumpanginya karam di
SAMBAS, SP - Dua nelayan tradisional Pemangkat ditemukan tewas tenggelam di Perairan Muara Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Diduga, dua nelayan itu tewas karena perahu yang dinaikinya terhempas ombak. Kepala Satuan Polisi Air (Kasatpolair) Polres Sambas, Iptu Joni mengatakan, dua korban itu diketahui bernama Wan Mulyanto dan Bayu. Lokasi  tenggelamnya perahu nelayan tradisional tersebut terjadi di alur Muara Pemangkat.

"Kejadian sekira pukul 15.00 WIB hari Selasa (4/7). Ada kesaksian juga bahwa saat kerabat korban, Supardi akan pergi memancing melihat perahu masih belum tenggelam," ujar Joni, Kamis (6/7). Namun, selang 10 menit kemudian, Supardi melihat perahu mereka sudah tenggelam tersapu ombak.

"Kemudian dia kembali ke perahu korban dan melihat perahu korban sudah tenggelam dan tidak ada orangnya. Selanjutnya Supardi berusaha mencari di sekitar TKP, berkeliling memutar sebannyak tujuh kali untuk mencari korban, tetapi tidak ditemukan," kata Joni.

Akhirnya Supardi pun bergegas kembali ke darat guna menghubungi pihak kepolisian. Mendengar informasi itu, polisi segera ke TKP. "Kami lantas melakukan pencarian terhadap korban di TKP bersama tim Basarnas serta nelayan tradisional," kata Joni. Upaya pencarian yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Wan Mulyanto berhasil ditemukan Rabu (6/7) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

"Tak lama berselang, korban keduam Bayu kami temukan pada pukul 14.50 WIB. Keduanya sudah tidak bernyawa lagi," ungkap Joni. Setelah dibawa ke daratan, kedua korban menjalani visum di RSUD Pemangkat. Setelah divisum, polisi mengembalikan jenazah kepada keluarga korban untuk dimakamkan. Joni memperkirakan kondisi cuaca yang kurang bersahabat menjadi penyebab tenggelamnya perahu nelayan tradisional tersebut.

"Kemarin, cuaca yang kurang bersahabat mungkin menjadi penyebabnya. Dari keterangan keluarga, mereka turun pada pagi dinihari pada Selasa (4/7)," ungkap Joni. Dikatakan bahwa saat ini cuaca sering berubah-ubah. Angin datang tiba-tiba mengakibatkan terjadi gelombang tinggi.

   “Saya imbau kepada nelayan, lihat situasi dan kondisi saat berlayar. Apabila tidak memungkinkan, jangan memaksakan diri. Sediakan juga perlengkapan alat keselamatan seperti life jacket. Kalau tidak ada, gunakan alat lain yang dapat mengapung," pungkas Joni. (noi/bah)