Bulutangkis Kiber Tangkal Dekadensi Moral

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 273

Bulutangkis Kiber Tangkal Dekadensi Moral
FOTO BERSAMA - Foto bersama para atlet Bulutangkis dari Persatuan Bulutangkis Kijang Berantai saat melakukan kunjungan bermain di Kecamatan Jawai beberapa waktu lalu. (SP/Kinoi)

Tingkatkan Akhlakul Karimah Melalui Olahraga


Dekadensi Moral atau kemerosotan akhlak di zaman now menjadi musuh baru pembangunan Indonesia, khususnya generasi muda penerus bangsa. Sudah sepatutnya hal ini menjadi perhatian serius.

SP - Pelatih Persatuan Bulutangkis Kijang Berantai (Kiber), Supardi mengatakan, olahraga menjadi satu dari beberapa upaya guna menangkal dekadensi moral. Olahraga adalah media positif mengarahkan generasi muda mengisi aktifitas di luar jam kegiatan belajar mengajar.

"Selain pendidikan di sekolah, pondok pesantren hingga kegiatan ibadah, olahraga menjadi alternatif tambahan untuk kita bisa mengarahkan generasi muda agar memiliki aktifitas yang positif. Olahraga menjadi jawaban kita melawan pengaruh negatif globalisasi," ujarnya, Senin (11/12).

Dijelaskan pria yang bertugas di Badan Pusat Statistik Kabupaten Sambas ini, PB Kiber secara tidak langsung menjadi mitra pemerintah turut membangun olahraga di Kabupaten Sambas, khususnya cabang bulutangkis. Sejak 2007 lalu, PB Kiber telah melakukan pembinaan pelatihan dasar bulutangkis yang menyasar kelompok umur anak-anak dan remaja. 

"Sedikit banyaknya dengan agenda pembinaan pelatihan dasar itu, anak-anak dan remaja Sambas memiliki aktifitas positif, selain itu, atlet-atlet yang kita latih mendapatkan prestasi yang baik juga di sekolah masing-masing. Minimal mereka berprestasi di cabang bulutangkis sebagai wakil sekolah," tutur dia. 

Tidak hanya semata-mata berolahraga, dituturkan pria yang telah mendapatkan sertifikasi kepelatihan PBSI itu, melalui wadah ini, semakin mempererat tali silaturahmi. Tidak jarang atlet binaannya melakukan kunjungan persahabatan ke kecamatan, bahkan ke kabupaten lain di luar Sambas. 

"Tujuan kita melakukan kunjungan persahabatan atau tanding persahabatan dengan pecinta bulutangkis dari daerah lain, pertama sebagai silaturahmi sesama pecinta bulutangkis, tujuan lainnya, untuk meningkatkan kualitas permainan atlet," jelasnya.

Atlet binaan yang banyak berasal dari kalangan anak-anak dan remaja itu, mendapatkan pendidikan non formal berupa disiplin sebagai atlet. Dipaparkan dia, olahraga penting, untuk nilai-nilai ibadah, tetap menjadi perhatian prioritas. 

"Kepedulian terhadap dunia bulutangkis, sebagai bagian pecinta bulutangkis Sambas mendukung pemerintah daerah mewujudkan akhlakul karimah. Binaan kita memiliki aturan disiplin yang kita harapkan menjadi bekal mereka bersosialisasi di lingkungan masing-masing," paparnya.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili, dalam agenda bermalam di desa, mayoritas desa yang menjadi tempat tujuannya, dia selalu menyisihkan waktu untuk bermain bulutangkis. Menurutnya itu sebagai bentuk silaturahmi dia kepada pecinta bulutangkis di Sambas.

"Olahraga itu positif, bagaimana dengan keaktifan remaja kita di olahraga, dapat menyibukkan diri mereka sehingga dapat terhindar dari pengaruh negatif globalisasi," ujarnya ketika melakukan silaturahmi bulutangkis di GOR Semparuk beberapa waktu lalu. 

Atbah berharap, para kades dapat membangun fasilitas olahraga bersama. Terutama olahraga yang merakyat, seperti bulutangkis, sepakbola maupun bola voli.
Harapan dia, semakin ramai yang mencintai olahraga, semakin menutup peluang remaja Sambas terjerumus dari kenakalan remaja. 

"Mari kita sama-sama wujudkan akhlakul karimah di Sambas, bisa melalui olahraga, pendidikan keluarga, memperbanyak amalan ibadah, ramaikan tempat ibadah. Kita jadikan silaturahmi mempererat rasa persatuan kita," pungkasnya. (nurhadi/pul)