Yok, Ramainkan Pasar Belampar di Aruk Sabtu-Minggu

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 292

Yok, Ramainkan Pasar Belampar di Aruk Sabtu-Minggu
Ilustrasi. Net
SAMBAS, SP - Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan dan menarik minat pembeli dari Malaysia, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas melaksanakan Pasar Belampar (terhampar,red) ) di Aruk, Kecamatan Sajingan.

Kabid Perdagangan Diskumindag Kabupaten Sambas, Nisa Azwarita mengatakan, Pasar Belampar ini dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu mulai 10 -11 Maret 2018.

"Pada intinya Pasar Belampar atau Pasar Ngampar ini tidak menggunakan toko atau kios untuk berdagang. Hanya duduk saja di depan barang dagangannya," kata Nisa, Kamis (8/3).

Pasar Belampar ini akan tetap dilakukan meskipun belum ada perizinan road tax atau kegiatan ekspor impor di PLBN Aruk Sajingan.

"Meskipun belum ada realisasi road tax di Aruk, namun pasar ini tetap kita lakukan. Hal ini untuk meningkatkan gairah ekonomi masyarakat di perbatasan. Terpenting, kita tumbuhkan ekonominya dulu. Setelah ramai dan berjalan mekanisme pasarnya akan tumbuh dan berkembang, nanti baru kita tertibkan," kata Nisa.

Untuk pedagang sudah ada sekitar 70 orang yang bersedia, baik dari masyarakat Sajingan, Galing, Tebas, Pemangkat, Sambas dan daerah-daerah lainnya. Bahkan masih ada pedagang yang ingin mendaftar. 

“Kita juga meminta pihak Bea Cukai Aruk, PLBN, imigrasi, polsek agar dapat berkoordinasi dengan pihak Malaysia supaya warganya yang ada di perbatasan dipermudah masuk ke Indonesia, khususnya pada Sabtu dan Minggu," terang Nisa.

Hal ini diminta karena ada kesulitan dari masyarakat Malaysia yang hendak ke perbatasan Indonesia, masih dipersulit oleh pemerintahnya.

"Kalau Bea Cukai dan PLBN kita tidak  ada masalah, namun dari pihak Malaysia yang masih perlu dikoordinasikan," ungkap Nisa.

Pihaknya berharap ke depan pedagang yang biasa berdagang ke perbatasan Serikin bisa pindah ke Sajingan.

"Ada sekitar100an pedagang yang saat ini berdagang di pasar perbatasan Serikin. Kita berharap mereka bisa pindah ke Sajingan karena kemungkinan tahun depan mereka tidak lagi bisa mendapatkan izin dari  Pos Batas Jagoi Babang Bengkayang," pungkas Nisa. (noi/bah)