Bikin Alat Musik Tradisional, Lestarikan Kesenian Asli Daerah

Sanggau

Editor Kiwi Dibaca : 797

Bikin Alat Musik Tradisional, Lestarikan Kesenian Asli Daerah
FOTO BERSAMA - Ketua Dekranasda Kabupaten Sanggau, Arita Apolina berfoto bersama dengan peserta dan nara sumber pelatihan pembuatan alat musik tradisional, baru-baru ini.
Kesenian asli daerah harus dipertahankan karena merupakan suatu kebanggaan atau kekayaan bangsa seperti alat musik tradisional. Alat musik tradisional harus tetap ada dan dilestarikan.  

Pentingnya alat musik tradisional inilah yang mendorong Pemkab Sanggau melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaka Mikro dan Dekranasda Kabupaten Sanggau menggelar pelatihan pembuatan alat musik tradisional.  

Bertempat di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sanggau, puluhan peserta yang terdiri dari unsur Sanggar Organisasi Kepemudaan dan Pelajar se-Kota Sanggau dilatih bagaimana membuat alat musik tradisional.

Dalam kegiatan yang digelar 10-12 Mei 2017 ini, mereka dibimbing oleh Ketua Sanggar Si Gentar Alam bersama instuktur terlatih dari Dinas Perindakop dan Usaha Mikro Kabupaten Sanggau.
Melalui pelatihan ini, para gerenasi muda diharapkan semakin menyadari akan pentingnya alat musik tradisional.

Jangan sampai, warisan dari leluhur atau nenek moyang ini tergerus oleh budaya-budaya asing. Kabid Industri Dinas Perindagkop dan Usaha Mikro Kab Sanggau, Sugianto SSTP mengatakan, pelatihan ini guna menumbuhkan minat dan bakat para pencinta alat musik tradisional yang ada di Kabupaten Sanggau.

“Alat musik tradisional ini harus terus dilestarikan dan dipertahankan. Para gerenasi muda harus didorong agar semakin mencintai alat musik tradisional. Minat dan bakat mereka harus terus ditumbuhkan,” katanya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sanggau, Ny Arita Apolina, SPd, M.Si  menambahkan, tujuan diadakannya pelatihan ini adalah bagaimana menghidupkan kembali nilai-nilai budaya melalui alat musik tradisional.

“Dan yang utama adalah bagaimana generasi muda mencintai alat musik  ini, karena sangat erat dengan kehidupan sosial di masyarakat,” ujarnya.

Secara umum, dikatakan Arita, alat musik ini tidak digunakan sehari hari, namun seiring dengan perkembangan jaman dan apabila ada momen yang sifatnya masal atau hari hari penting tentunya para tamu rindu akan musik tradisional. Seperti yang dialami saat Pesparawi belum lama ini, para tamu meminta ditampilkan musik tradisional.

“Jadi itulah yang memotivasi kami bagaimana menghidupkan kesenian dari musik tradisional , kreasi alat musik daerah selalu diperkenalkan karena dari bentuk rupa dan bunyinya yang unik dan memiliki corak nada yang khas,” terangnya.

Apalagi, Arita bilang, sekarang banyak yang belum tahu bagaimana corak dan bentuk alat musik daerah, pernah melihat tapi tidak tahu namanya dan bagaimana cara membuatnya. Maka pelatihan  ini sangatlah berguna untuk itu diharapkan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan ini agar lebih termotivasi, bersungguh sungguh dan tekun serta memiliki tekad yang bulat dalam mengembangkan dan menghidupkan alat musik tradisional.

Arita berpesan, apa yang telah didapat dalam pelatihan ini dapat diteruskan dan ditelurkan kepada para anggota dan penerusnya, sehingga alat musik ini lebih hidup dan dikenal, tidak punah dan tenggelam oleh alat musik modern.

“Juga kepada Dinas Perindagkop dan Usaha Mikro saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya atas kerjasamanya dalam kegiatan ini. Semoga kedepan berbagai pelatihan terutama yang erat kaitannya dengan kerajinan dapat dilaksanakan, karena kita sama-sama berusaha mewujudkan Sanggau yang maju dan terdepan dari segala bidang,” demikian Arita. (julianus ratno
/bah)