Berantas Narkoba, Rutan, BNNK dan Polres Teken MoU

Sanggau

Editor Kiwi Dibaca : 293

Berantas Narkoba, Rutan, BNNK dan Polres  Teken MoU
PENANDATANGANAN - Kepala BNNK Sanggau, Ngatya, Kapolres Sanggau, AKBP Oki Waskito dan Kepala Rutan Kelas IIB Sanggau, Isnawan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika
SANGGAU, SP – Rutan Kelas IIB, BNNK dan Polres Sanggau menandatangani nota kesepahaman di Mapolres Sanggau, Selasa (28/11). MoU sebagai landasan kerjasama yang sinergis mengenai pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika di Rutan Kelas IIB Sanggau.  

Selain itu, dilakukan juga penandatanganan nota kesepahaman tentang pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika di masyarakat.  

“Dari 223 warga binaan di Rutan Kelas IIB Sanggau, 130 di antaranya kasus narkoba. Artinya, separuh lebih (terjerat narkoba). Ini yang sangat luar biasa di Sanggau ini. Baik yang pengedar maupun pemakai," kata Kapolres Sanggau, AKBP Oki Waskito.
 

"Dengan adanya kerjasama ini diharapkan bisa berkurang. Bukan berarti dengan MoU ini akan banyak yang ditangkap, jangan. Kita berharap dengan ini masyarakat mengurungkan niatnya untuk mengonsumsi narkoba, baik yang ada dalam Lapas maupun yang di luar,” tambahnya.  

Ditanya soal ukuran keberhasilan pencegahan dan pemberantasan narkoba, Oki menilai pertanyaan tersebut dilematis. “Ini seperti bertanya duluan mana telur atau ayam? Kalau saya mengukur keberhasilan dari tidak adanya tahanan. Nanti kamu ngomong polisi dan BNNK tak nangkap. Kalau makin banyak tangkapan, berarti pembinaan tidak berhasil. Jadi mari kita sama-sama, komit memberantas narkoba,” jelasnya.  

Demikian ketika ditanya apakah pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba tidak berhasil, mengingat tingginya angka kasus narkoba di Kabupaten Sanggau? Orang nomor satu di Mapolres Sanggau itu tak secara tegas menjawab.  

“Mungkin karena ini, memang antara permintaan yang banyak, suplainya juga banyak. Meskipun kita melakukan penindakan, ya yang namanya pencuri ya curi-curi. Ini berkaitan dengan pembinaan, mungkin ini yang perlu menjadi perhatian semua,” terang Kapolres.  

Karena itu, mantan Kapolres Melawi ini menekankan, jangan berpikir narkoba hanya urusan polisi dan BNNK. Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, kata dia, merupakan tanggung-jawab semua elemen.  

“Kita juga harus berpikir, termasuk apakah para wartawan ini sudah melakukan hal seperti kami. Kita semua harus meningingatkan. Kita sudah berupaya, kegiatan sosialisasi narkoba. Di internal kami juga sudah kita keluarkan karena narkoba. Itu juga salah satu proses. Jadi kita semua warga yang masih normal-normal ini, bapak yang punya anak mengingatkan anaknya,” harap Oki.

Melalui nota kesepahaman ini, Kapolres berharap terjalin kerjasama yang lebih baik dari tiga institusi ini. “Kita komit antara Rutan, BNNK dan Polres selalu menginformasikan. Kalau di Rutan ada yang mencurigakan, kita lakukan penggeledahan, misalnya di barak sebelah mana (yang mencurigakan),” tegas Oki.  

Sementara itu, Kepala BNNK Sanggau, AKBP Ngatya menilai masyarakat belum mengetahui secara utuh bahaya narkoba. Di samping ada pula pengaruh dari para bandar dan jaringannya.  

“Mereka menyampaikan berita-berita yang keliru. Misalnya mengatakan narkotika itu untuk obat, padahal kan tidak. Jebakan-jebakan itu yang diciptakan oleh jaringan-jaringan itu,” pungkasnya.  

Diapresiasi Wakil Rakyat
 

Anggota DPRD Sanggau, Bambang Joko Winayu mengapresiasi upaya Polres Sanggau, BNNK Sanggau dan Rutan Kelas IIB Sanggau dalam memerangi penyalaghunaan dan peredaran narkotika, baik di dalam Rutan itu sendiri maupun di lingkungan masyarakat.  

“Dengan adanya nota kesepahaman itu kita harapkan pemberantasan dan peredaran gelap narkotika di kabupaten Sanggau bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Besarnya jaringan narkoba harus diimbangi jaringan masyarakat yang jauh lebih besar untuk membentenginya,” ujarnya.
 

Menurut legislator daerah pemilihan Sekayam-Kembayan-Beduai-Noyan-Entikong ini, memerangi narkoba adalah tanggungajawab bersama mengingat dampak narkoba terhadap bangsa ini sangat besar.  

Untuk itu, Bambang juga berharap kepada media cetak maupun elektronik bisa menjadi ujung tombak upaya pencegahan penyalaghunaan narkoba dengan tidak hanya memberitakan pada kasus-kasus pengungkapan narkoba saja, tetapi juga mengenai dampak-dampak buruk penyalaghunaan narkoba.  

“Bisa juga melalui penyampaian kisah-kisah korban penyalahgunaan narkoba dengan cara yang komunikatif, menarik dan menyentuh. Bila perlu dibuatkan film yang dapat menyentuh dan mengangkat motivasi untuk hidup sehat dan bermakna tanpa narkoba,” tutupnya. (jul/bob)