Pasar Murah di Pujasera Sanggau

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 314

Pasar Murah di Pujasera Sanggau
OPERASI PASAR – Tampak satu truk elpiji tiga kilogram siap dijual di Pasar Pujasera, Sanggau, Minggu (17/12). Sejak 5 Desember kemarin, Pemkab menggelar operasi pasar di enam wilayah. (SP/Retno)

Ringankan Beban Warga Jelang Natal dan Tahun Baru


Plt Kepala Disperindagkop, Edi Sumantri
“Untuk pasar murah ini rutin kita laksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat,”

SANGGAU, SP – Upaya Pemkab Sanggau meringankan bebas masyarakat menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 melalui pasar murah telah usai. Pasar murah yang dimulai sejak 5 Desember lalu itu berakhir di Pasar Pujasera Sanggau, Minggu (17/12).

“Pasar murah ini kita laksanakan di enam kecamatan sejak 5 Desember 2017, yakni di Noyan, Toba, Balai, Jangkang, Tayan Hulu dan terakhir di Kecamatan Kapuas dari tanggal 16 sampai 17 Desember 2017,” jelas Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kabupaten Sanggau, Edi Sumantri dihubungi Suara Pemred, kemarin.

Ia berharap, kegiatan pasar murah yang dilaksanakan pemerintah daerah menjelang Natal dan Tahun Baru 2018 ini benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat. 

“Untuk pasar murah ini rutin kita laksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat,” ujar Edi.

Adapun barang-barang kebutuhan masyarakat yang dijual dalam pasar murah itu termasuk beras dan gula pasair. 

“Jenis komoditi yang mendapat subsidi seperti beras, gular pasir, minyak goreng, telur, tepung terigu, mentega dan sirup,” kata Edi.

Sementara itu, Ketua Pasar Pujasera, Samuel mengatakan, pasar murah ini sangat bermanfaat, khususnya bagi warga yang akan menyambut Natal dan Tahun Baru 2018. Hal itu terlihat dari antusias masyarakat yang datang ke lokasi pasar murah.

Menurut dia, selain barang-barang kebutuhan pokok masyarakat, dalam pasar murah ini juga dijual elpiji tiga kilogram, daging ayam dan daging sapi beku. 

“Dengan adanya pasar murah ini, semoga masyarakat terbantu,” tutup Samuel.

Sebelumnya, Wabup Sanggau, Yohanes Ontot membeberkan beberapa upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga sembako menjelang Natal dan Tahun Baru 2018.

Pertama dilakukan pengawasan pasar atau harga Sembako di pasar modern dan tradisional. Kedua, pengendalian harga Sembako melalui pasar murah dan Pemkab Sanggau mengadakan pasar murah dalam menyambut Natal di enam titik. 

“Sehingga diharapkan dapat menstabilkan harga pasar, terutama Sembako untuk kebutuhan Natal bagi yang merayakan,” kata Ontot.

Selama ini, pasar murah belum mampu menekan harga komoditi di pasaran agar tidak naik, kenapa bisa begitu? Orang nomor dua di Kabupaten Sanggau ini mengatakan, pemerintah daerah tetap berupaya dengan berbagai cara agar kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat tidak melonjak tinggi.

“Kalau ini secara nasional juga terjadi apakah menjelang Lebaran atau Natal, langkah antisipasi pemda dan nasional seperti itu (pengawasan dan pasar murah) lah. Selama ini dan pernah juga saya dengar daerah menjelang Lebaran dan Natal 100 persen harga tidak stabil, pasti ada turun naiknya juga,” jelas Ontot.

Selain itu, Wabup juga mengimbau kepada para pedagang baik di pasar modern maupun pasar tradisional untuk tidak memanfaatkan permintaan yang tinggi dengan menaikkan harga semaunya. 

Para pedagang juga diminta untuk berlaku jujur, tidak menjual barang kebutuhan masyarakat yang sudah tidak layak konsumsi.

Jangan Berlebihan


Legislator Sanggau dari Partai Gerindra, Robby Sugianto mengajak masyarakat Sanggau tidak berlebihan dalam merayakan Natal. 

“Pesan saya agar masyarakat Sanggau merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan tanpa mengurangi makna Natal yang sesungguhnya. Salah satunya bijak menggunakan uang dan cerdas dalam berbelanja,” ujarnya.

Kepada dinas terkait, Ketua Komisi D DPRD Sanggau ini meminta agar berperan aktif dalam mengawasi peredaran bahan-bahan pokok menjelang Natal. Ini penting agar tidak terjadi kelangkaan serta kenaikan harga yang fantastis, sehingga memberatkan masyarakat. 

“Karena dampaknya dirasakan oleh semua kalangan, baik yang merayakan Natal maupun yang tidak. Kita minta pengawasan harus intens. Juga koordinasi serta informasi yang diberikan kepada masyarakat harus up to date,” kata Robby.

Dengan demikian, ia menambahkan, dapat menekan kenaikan harga serta mengendalikan ketersediannya di lapangan, tidak terjadi kelangkaan. 

“Tidak kalah penting, pengawasan terhadap bahan yang sudah kadaluarsa. Jangan sampai momentum seperti ini dimanfaatkan oleh pedagang nakal untuk meraup untung, namun malah membahayakan kesehatan masyarakat,” tutup Robby. (jul/ang)