Tim Gabungan Sanggau Gelar Sidak, Produk Kedaluwarsa Masih Ditemukan

Sanggau

Editor K Balasa Dibaca : 337

Tim Gabungan Sanggau Gelar Sidak, Produk Kedaluwarsa Masih Ditemukan
SIDAK - Sidak Tim Gabungan di Sanggau, Rabu (20/12). (SP/Julianus)
SANGGAU, SP – Petugas gabungan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Kesehatan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Polri dan TNI menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan pasar modern di Kota Sanggau, Rabu (19/12).

Sidak yang dipimpin Sekda Sanggau AL Leysandri itu juga menyasar SPBU dan pangkalan elpiji tiga kilogram. Ikut dalam Sidak Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan, Pasi Intel Kodim 1204/Sgu, Kapten Inf Oktafia Andri, Asisten II Setda Sanggau, H Roni Fauzan, Kepala Inspektorat Sanggau, H Edy Sumantri, perwakilan Disperindakop dan UKM Sanggau, perwakilan Dinas Kesehatan, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan, perwakilan Kansilog, Sekretaris Kominfo Syafriansah dan Sat Pol PP.

Ditemui di sela-sela Sidak, Kapolres Sanggau, AKBP Rachmad Kurniawan mengatakan, Sidak kali ini merupakan kesepakatan bersama guna melihat barang-barang yang diduga berbahaya bagi masyarakat seperti kadaluwarsa dan daging gelondongan, menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

“Hasilnya tadi kita lihat bersama, ada beberapa barang yang kita temukan (kedaluwarsa dan kemasan rusak) namun dalam jumlah kecil, sehingga untuk penjualnya kita lakukan pembinaan saja. Dan tadi kita minta mereka mengumpulkan barang-barang yang kedaluwarsa dengan suka rela,” kata Kapolres.

Mengenai harga Sembako, tidak ada kenaikan yang signifikan. Begitu juga untuk harga daging dan ayam potong relatif normal. “Mudah-mudahan kondisi ini bisa kita pertahankan sampai dengan tahun baru,” harapnya.

Sementara itu, Sekda Sanggau, Al Leysandri menyampaikan Sidak ini merupakan agenda rutin Pemkab Sanggau bersama Polres, TNI dan menjelang Natal dan Tahun Baru guna menjaga keamanan, stok dan harga barang agar tidak memberatkan masyarakat.

Sekda pun mengingatkan para pengusaha untuk memperhatikan produk yang dijual dengan tidak menjual produk berbahaya atau tidak layak konsumsi.

“Apalagi masyarakat biasanya di hari raya begini jarang memperhatikan detail barang yang dibeli, expired atau tidak. Harapan saya para pengusaha ini jujur menjual barang-barangnya,” pungkas Leysandri.

Sebelumnya Bupati Sanggau,= Paolus Hadi berharap perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan penuh sukacita dan damai serta aman. Semua diminta bekerjasama menjaga Sanggau.

“Mari kita bergandengan tangan untuk menjaga keharmonisan dan keramahan Sanggau saat ini dan seterusnya,” kata Paolus.

Terhadap pasokan sembako, elpiji, BBM, air bersih dan listrik? Orang nomor satu di Kabupaten Sanggau ini berharap ketersedian aman dan harga bisa dikontrol sehingga tidak memberatkan masyarakat.

“Jangan ada kelangkaan, pantau harga. Dan juga jangan ada yang cari kesempatan dengan melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat, misalnya menjual barang dengan harga semaunya, menjual barang tidak layak konsumsi dan melakukan penimbunan. Jika itu dilakukan, akan sanksi,” tegas Bupati.

Teliti Sebelum Membeli


Ketua DPRD Sanggau, Jumadi mengingatkan masyarakat untuk teliti sebelum membeli produk makanan dan minuman, terutama di minimarket modern dan sejenisnya. Jangan sampai produk yang dibeli sudah tidak layak konsumsi.

“Ditemukannya barang kedaluwarsa atau tidak layak konsumsi dan kemasan rusak saat Sidak hari ini (kemarin), mengharuskan masyarakat sebagai konsumen untuk lebih waspada, harus lebih teliti sebelum membeli,” katanya.

Ia pun sangat menyayangkan pedagang masih saja menjual produk yang sudah kedaluwarsa, tidak teliti sebelum memajang produk-produk di rak penjualannya.

“Di dalam kota Sanggau saja masih ditemukan produk seperti itu. Bisa saja di kecamatan-kecamatan juga terjadi hal yang sama, bahkan bisa lebih banyak,” ujarnya.

Begitu juga dengan barang-barang yang dijual dalam bentuk parsel. Legislator PDI Perjuangan ini khawatir jika ada salah satu barang di dalamnya sudah kedaluwarsa. “Kan kalau parsel konsumen tidak bisa melihat masa kedaluwarsa,” ucapnya.

Karena itu, Jumadi meminta dinas terkait untuk meningkatkan pengawasan menjelang Natal dan pergantian tahun.

“Natal tinggal beberapa hari lagi, pengawasan harus diperketat. Dan juga kepada kepolisian kita minta untuk melakukan penegakan hukum apabila terjadi pelanggaran terkait peredaran barang-barang kedaluwarsa,” tutupnya. (jul/ang)