273 Dusun di Sanggau Belum Berlistrik, Diusulkan PLTS untuk Daerah Tak Terjangkau PLN

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 178

273 Dusun di Sanggau Belum Berlistrik, Diusulkan PLTS untuk Daerah Tak Terjangkau PLN
PERIKSA ALIRAN LISTRIK – Pekerja sedang memeriksa kondisi aliran listrik di sebuah gardu induk. Di Sanggau, peemrintah daerah terus mengupayakan menyambung listrik untuk daerah-daerah tak terjangkau PLN dengan PLTS atau PLTMH. (Ant)
Kabid ESDM Dinas PM-PTSP Kabupaten Sanggau, Zaenal
"Pemkab Sanggau berkomitmen untuk terus mengkomunikasikan persoalan kebutuhan listrik ini dengan PLN maupun pemerintah provinsi sesuai kewenangan yang dimiliki. Semua desa yang belum berlistrik sudah dilakukan survei"

SANGGAU, SP - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten Sanggau mencatat 273 dusun dari 865 dusun di Kabupaten Sanggau belum menikmati listrik. Meski kewenangan terbatas, pemerintah daerah setempat tetap berkomitmen menerangi seluruh wilayah Bumi Daranante.

“Ini (273 dusun belum beristrik) kondisi per 31 Desember 2017. Baik listrik PLN maupun non PLN seperti PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan PLTMH ((Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohydro),” kata Kabid ESDM Dinas PM-PTSP Kabupaten Sanggau, Zaenal, Minggu, (4/3).

Sesuai komitmen dan program PT PLN Persero Wilayah Kalbar yang didukung sepenuhnya Pemkab Sanggau, diharapkan sampai tahun 2019 program melistriki seluruh desa dapat tercapai. Ia mengatakan, seluruh desa yang belum berlistrik telah dilakukan survei PT PLN dan sejalan dengan itu Bupati Sanggau juga telah mengkomunikasikan dan menyampaikan usulan ke PT PLN Wilayah Kalbar. 

“Pemkab Sanggau berkomitmen untuk terus mengkomunikasikan persoalan kebutuhan listrik ini dengan PLN maupun pemerintah provinsi sesuai kewenangan yang dimiliki. Semua desa yang belum berlistrik sudah dilakukan survei,” terang Zaenal.

Kemudian, lanjut dia, listrik PLN untuk dusun-dusun yang jauh dari jangkauan PLN dan rasio pelanggannya kecil secara bertahap akan dilakukan kajian dan diusulkan melalui pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti PLTS dan PLTMH. 

“Bertahap kita usulkan, semoga saja bisa diakomodir melalui pembangkit EBT seperti PLTS dan PLTMH,” ujar Zaenal.

Ia menambahkan, rasio desa berlistrik di Kabupaten Sanggau saat ini sebesar 80,36 persen. Artinya, masih ada 32 desa atau 19,64 persen yang belum berlistrik dari jumlah 163 desa di Kabupaten Sanggau. 

Sedangkan ibukota desa yang belum berlistrik, sambung Zaenal, sebanyak 36 ibukota desa. Terdiri dari 32 desa yang belum berlistrik di tambah empat desa yang termasuk desa berlistrik tapi ibukota desanya belum berlistrik yaitu Desa Empiyang, Desa Cowet, Desa Subah dan Desa Melugai.

Diharap Tingkatkan Pelayanan


Wakil Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Sanggau, Heriyanto meminta PLN, khususnya PLN Area Sanggau, terus melakukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. 

“Akhir-akhir ini masyarakat yang berada di jalur Simpang Tanjung, Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu sering mengeluh, pemadaman semakin sering terjadi. Bahkan dalam sehari bisa dua sampai tiga kali padam,” katanya.

Kondisi ini, menurut Heriyanto, berlangsung sudah lama. Tahun 2017 lalu juga sering terjadi pemadaman. 

“Kita berharap PLN melakukan perbaikan pelayanan. Karena, selain masih cukup banyak dusun dan desa belum teraliri listrik, listrik sering padam ini juga harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Untuk itu, ia menyarankan kepada para wakil rakyat di DPRD Sanggau untuk segera mengundang PLN, sehingga akan nampak jelas apa yang sebenarnya terjadi terhadap listrik di Kabupaten Sanggau.

“Persoalan teknis seperti gangguan pembangkit listrik dan jaringan kerap kali menjadi alasan listrik padam. Kemudian juga pemeliharaan jaringan. Jadi perlu PLN dan masyarakat melalui para wakilnya di DPRD untuk duduk satu meja. Sebab setiap persoalan pasti ada solusinya,” pungkas Heriyanto. (jul/bah)