Moses Ingatkan ASN Jaga Ucapan Saat Pilkada

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 193

Moses Ingatkan ASN Jaga Ucapan Saat Pilkada
PIMPIN APEL - Pjs Bupati Sanggau, Moses Tabah memimpin apel di halaman Kantor Bupati Sanggau, Senin (5/3). (SP/Ratno)
SANGGAU, SP - Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sanggau kembali diingatkan terkait netralitas dalam Pilkada Serentak 2018. Hal ini disampaikan langsung Pjs Bupati Sanggau, Moses Tabah dalam Apel Disiplin ASN di halaman kantor Bupati Sanggau, Selasa (6/3).

Apel itu merupakan apel khusus bagi ASN yang absen atau tidak mengikuti apel gabungan dan ikrar netralitas ASN, Senin (5/3) lalu. 

“Saya ingatkan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sanggau agar menjaga ucapan, tulisan dan perilaku sebagai ASN dalam kesehariannya,” tegasnya saat memimpin apel.

Menjaga ucapan artinya ASN dituntut berhati-hati dalam berucap atau berbicara, baik itu di tengah lingkungan kerja maupun di lingkungan masyarakat, sehingga tidak ada kesan miring penilaian dari seseorang ataupun masyarakat umum.

Begitu juga ASN harus jaga tulis. Artinya, ASN dituntut berhati-hati dalam menuliskan sesuatu ataupun tulisan di media sosial, sehingga tidak berkesan negatif terhadap ASN dan korp kesatuan ASN oleh khalayak ramai. 

“Di samping itu, ASN harus jaga perilaku dalam kesehariannya baik di tengah lingkungan masyarakat maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat . Kita selaku abdi negara dan abdi masyarakat dituntut bekerja sesuai aturan, disiplin dan jangan loyo,” ujar Moses.

Terhadap ikrar netralitas ASN dalam Pilkada Serentak 2018 yang telah diucapkan secara bersama-sama, Pjs Bupati menekankan agar direnungkan dan dihayati seluruh ASN yang ada di lingkungan Pemkab Sanggau. 

Untuk diketahui, ada larangan bagi ASN dalam Pilkada. Yakni, ASN dilarang menghadiri deklarasi atau kegiatan kampanye dengan atau tanpa menggunakan atribut pasangan calon, dilarang membuat keputusan dan atau tindakan yang menguntungkan salah satu pasangan calon, dilarang melakukan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan kepada pasangan calon. 

Kemudian, ASN juga dilarang memasang spanduk atau baliho pasangan calon, dilarang mengunggah, menanggapi (seperti like, komentar dan sejenisnya) atau menyebarluaskan foto, visi misi pasangan calon melalui media online maupun media sosial dan dilarang melakukan foto bersama dengan pasangan calon dengan mengikuti simbol tangan/gerakan yang digunakan sebagai bentuk keberpihakan. (jul/bah)