Tertinggi Rp37.500 dan Terendah Rp30.000, Kemenag Sanggau Tetapkan Besaran Zakat Fitrah

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 185

Tertinggi Rp37.500  dan Terendah Rp30.000, Kemenag Sanggau Tetapkan Besaran  Zakat Fitrah
ZAKAT FITRAH - Rapat koordinasi penetapan kadar zakat fitrah tahun 2018 yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Sanggau, Rabu (23/5/18). (Ist)
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sanggau telah menetapkan kadar zakat fitrah tahun 2018. Ada tiga kategori zakat fitrah yang telah disepakati yakni harga tertinggi, sedang dan rendah.

SP - “Setelah melalui rapat bersama instansi terkait dan ormas Islam di Sanggau pada tanggal 23 Mei kemarin, telah disepakati besaran zakat fitrah yang ditunaikan dengan makanan pokok berupa beras sebanyak 2,5 Kg. Dan apabila dibayar dalam bentuk uang dapat diklasifikasikan tiga kategori,” kata Kepala Kantor Kemenag Sanggau, M Taufik, Kamis (24/5/)

Hadir dalam rapat itu, Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Sanggau, H. Toyib SA, Ketua MUI Sanggau, H Mustafa, Sekretaris PC NU Sanggau, M Yusuf, Ketua Pengurus Muhammadiyah Sanggau, Ade Djuandi, komisioner BAZNAS Sanggau, Indra, perwakilan Dinas Perindagkop dan UM, Ratih Pujiastuti dan Kepala Seksi Kantor Logistik (Kakansilog) Bulog Sanggau, Suriyansah. 

Hasil rapat saat itu diketahui harga beras di pasaran untuk harga tertinggi Rp15.000 perkilogram, harga sedang Rp14.000 perkilogram dan harga terendah Rp12.000 perkilogram. Artinya, bagi yang mengkonsumsi beras klasifikasi I (tertinggi) membayar zakat fitrah menggunakan uang sebesar Rp37.500, klasifikasi II (sedang) Rp35.000 dan klasifikasi III (terendah) Rp30.000. “Bagi yang mengkonsumsi berasnya berbeda dengan diatas dapat menyesuaikan dengan harga setempat,” ujar Taufik.

Menurut dia, pelaksanaan zakat fitrah dimulai dari tanggal 1 Ramadhan 1439 H sampai dengan 1 Syawal 1439 H sebelum khotib membaca khutbah Idul Fitri. Untuk itu, ia mengimbau kepada muzakki agar menunaikan zakat maal, zakat fitrah, infaq dan shadaqoh melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid/surau/dinas/instansi di tempat masing-masing. 

Kemudian, lanjut Taufik, dalam menunaikan zakat khususnya zakat fitrah agar dapat dimanfaatkan Mustahiq dalam menyongsong hari raya. Maka, kepada masyarakat diharapkan menunaikan zakat H-3 (tiga hari) sebelum 1 Syawal 1439 H. 

Kepada BAZNAS/UPZ, ia berpesan agar penyaluran zakatnya di lingkungannya masing-masing dilaksanakan H-2 (dua hari) sebelum 1 Syawal 1439 H. 

“Dan yang tak kalah pentingnya, kami minta UPZ melaporkan pelaksanaan pengelolaan zakat, infaq, shadaqoh dan dana sosial lainnya ke Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sanggau melalui Seksi Bimas Islam, BAZNAS Kabupaten Sanggau dan Pemerintah Kabupaten Sanggau secara berkala sesuai dengan perintah UU RI nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat,” tutupnya. (jul/jek)