Polisi Tangkap 5 Calon TKI Asal KKR, Hanya Dibekali Paspor Kunjungan Kerja

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 128

Polisi Tangkap 5 Calon TKI Asal KKR, Hanya Dibekali Paspor Kunjungan Kerja
HADIRKAN TERSANGKA - Tersangka yang menjadui kurir penyelundupan TKI ilegal , PD dihadirikan Kapolres Sanggau, AKPB Imam Riyadi saat press release di Mapolres Sanggau, Senin (6/8). (SP/Ratno)
Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi
"Mereka hanya dibekali paspor kunjungan kerja. Alhamdulillah mereka berhasil kita amankan karena masuk tanpa melalui prosedur yang berlaku."

SANGGAU, SP - Jajaran Polres Sanggau dibantu Unit Kerja Lapangan (UKL) berhasila mmenggagalkan penyelundupan 5 calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Kabupaten Kubu Raya (KKR), Sabtu, (4/8/2018) sekitar pukul 02.30 WIB.

Lima orang calon TKI Ilegal ini ditangkap saat akan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur darat di perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau. Para calon TKI ilegal itu dijanjikan akan dipekerjakan di perusahaan perkebunan kepala sawit. Kelima korban itu diantaranya Panji, Marto, Sukria, Nawewi dan Abdurrahman. 

“Mereka diamankan saat razia yang kita tingkatkan, terutama di jam-jam rawan di dalam bus dari arah Pontianak menuju Entikong,” kata Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi saat press release di Mapolres Sanggau, Senin (6/8).

Para calon TKI ilegal itu, dijelaskan Imam, semuanya berasal dari Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Mereka adalah korban kejahatan praktik penyelundupan TKI ilegal.

Berdasarkan interogasi yang dilakukan polisi, mereka akan dikirim ke Malaysia tanpa dokumen resmi. 

“Mereka hanya dibekali paspor kunjungan kerja. Alhamdulillah mereka berhasil kita amankan karena masuk tanpa melalui prosedur yang berlaku,” ujar Kapolres. 

Selain mengamankan lima orang calon TKI ilegal itu, polisi juga berhasil mengamankan tersangka berinisial PD, warga Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Dari hasil pemeriksaan, tersangka menjanjikan kepada para korban bekerja di perusahaan perkebunan sawit dengan gaji RM 2500 perbulan.

Pada kesempatan itu, Imam kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dan termakan bujuk rayu para pelaku kejahatan yang menjanjikan gaji besar di Malaysia. 

“Kita tidak mau warga kita nanti dikejar-kejar polisi di sana. Kemaren ada TKI kita yang dipulangkan sudah menjadi mayat, itu yang tidak kita inginkan. Modus yang terjadi biasanya paspor TKI kita ini ditahan oleh majikan, mestinyakan paspor itu dipegang oleh yang bersangkutan, tidak boleh orang lain yang pegang,” kata Kapolres.

Dari pengakuan salah satu korban, mereka dibantu Rp12 juta oleh pelaku untuk mengurus administrasi keberangkatan. 

“Pakai uang dia (pelaku) ngurus paspor dan lain-lain. Ini berdasarkan kesepakatan bersama dan kami urus sama-sama juga di Singkawang,” kata Panji.

Faktor ekonomi dan gaji besar yang mendorong Panji dan para korban lainnya mengamini tawaran pelaku untuk bekerja di Malaysia. “Terus terang kami tergiur dengan gaji yang ditawarkan (pelaku),” tuturnya.

Sementara itu, tersangka PD saat Ditanyai awak media mengaku uang Rp12 juta yang ia berikan kepada para korban itu berasal dari hasil pengadaian emas. 

“Modalnya (uang Rp12 juta) saya dapat dari gadaikan emas bibi saya,” katanya.

Tersangka juga mengelak ketika ditanya apakah mendapat imbalan dari cukong TKI ilegal ketika berhasil membawa para korban masuk ke Malaysia. “Tidak ada imbalan,” kilahnya. 

Dewan Minta Masyarakat Menolak 

Anggota DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro meminta masyarakat untuk menolak menjadi TKI ilegal atau non prosedural. Pasalnya, menjadi TKI ilegal itu penuh resiko.

“Banyak resiko menjadi TKI ilegal. Selain akan dikejar-kejar aparat di sana, resiko lainnya gaji tidak sesuai bahkan tidak dibayar sama sekali, bisa-bisa mendapat perlakukan tidak mengenakan selama di sana,” katanya, Senin (6/8).

Belum lagi, lanjut Konggo, misalnya meninggal dunia di sana, urusannya pasti panjang sekali. 

“Kalau meninggal, nanti tidak ada yang urus karena tidak dilaporkan ke KJRI di sana. Ya itu karena ilegal tadi. Kalau pun diurus, prosesnya akan lama,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengimbau jika ingin menjadi TKI, gunakan cara prosedural. “Dan kepada pemerintah saya berharap terus melakukan upaya pencegahan TKI non prosedural ini. Karena sampai saat ini upaya penyelundupan TKI ilegal masih marak,” pungkas legislator Partai Golkar ini. (jul/jek)