SEC Produksi Film Drama 'Tiga Perantau'

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1145

SEC Produksi Film Drama 'Tiga Perantau'
Proses pengambilan gambar film Indie ‘Tiga Perantau’ besutan SEC. (SUARA PEMRED/akhmal setiadi musran)
SEKADAU, SP- #Sekadauempukcerita (SEC), sebuah komunitas anak muda kreatif berbasis di Kabupaten Sekadau akan merilis sebuah film indie bertemakan persahabatan. Film ini dipersembahkan untuk hari jadi Sekadau pada 18 Desember mendatang.

Ide kreatif ini muncul dari rasa cinta komunitas terhadap daerahnya. Film bergenre drama diracik unsur komedi tersebut bertajuk ‘Tiga Perantau’.

"Sebagai hadiah Ultah Sekadau ke - 13 Desember mendatang. Film ini menceritakan tentang sejumlah pemuda yang berasal dari kampung di pelosok, yang ingin mencari jati diri dan ingin sukses di Kota,” kata Koordinator Film, Vicky, Minggu (31/7).

Sesuai skenario, ketiga karakter pemuda yakni masing-masing Deris diperankan Endos, lalu Luncai diperankan oleh Gusti M Alfian, dan Tempunak diperankan oleh Alim. Serta pemeran pembantu lainnya yang berjumlah sekitar puluhan orang sekaligus kru film.


Aktor film ini rata-rata jebolan kompetisi komedi yang sebelumnya pernah digarap SEC. “Kami langsung rekrut mereka jadi pemeran. Dan konsep film ini juga akan ada komedinya," bebernya.

Selain konsep komedi, drama singkat tersebut berlatar belakang situasi sosial masyarakat Sekadau. Serta eksplorasi lokasi pariwisata yang ada di daerah tersebut.


"Itu bentuk pemikiran-pemikiran kami selaku pemuda yang peduli terhadap eksistensi dan munculnya ide-ide kreatif. Sehingga mampu bersaing dengan wilayah lain. Dan diprediksikan film ini selesai pada bulan November mendatang," pungkasnya.

Pengambilan gambar perdana Tiga Perantau, di Balai Benih Ikan (BBI) Dusun Kemawan, Desa Munggu, Kecamatan Sekadau Hilir.

Selanjutnya, SEC bakal mengonsep pengambilan gambar di kecamatan lainnya pula. Penulis skenario, Alim membocorkan filmnya berkisah tiga orang sahabat dari kampung yang berusaha mengubah hidup menjadi lebih bermanfaat.

"Karena sebelumnya mereka sangat buruk, sering malas-malasan dan sebagainya, sehingga bertekad untuk pergi ke kota umencari jati diri, pengalaman, dan ilmu. Agar kampung mereka maju. Kira-kira begitu nilai motivasi dan semangat yang bisa ditiru dalam cerita ini," ungkapnya.

Dia berharap, karyanya tersebut menjadi inspirasi dan memotivasi generasi muda agar menjadi lebih baik. "Dan kami berharap pemerintah bisa melirik kreativitas yang seperti ini. Sehingga bisa bekerja sama," pungkasnya. (akh/and/sut)