Bulan Juni, 20 SMP di Kabupaten Sekadau Terapkan K13

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 509

Bulan Juni, 20 SMP di Kabupaten Sekadau Terapkan K13
kurikulum 2013
SEKADAU,SP – Pada Bulan Juni 2017 mendatang, disebutkan akan ada sebanyak 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sekadau mulai menerapkan sistem Kurikulum 13 atau sering disebut K13. Hal itu disampaikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Sekadau Albinus, belum lama ini.

Dia menerangkan, sebanyak 20 sekolah yang akan menerapkan K13 itu sebelumnya sudah melakukan pelatihan dan sosialisasi. "SMP yang sudah menerapkan K13 di Kabupaten Sekadau berjumlah 16 sekolah, untuk tahun 2017 ini jumlahnya bertambah 20 SMP dan jumlah keseluruhan sekolah yang terapkan K13 ada 36 SMP, " kata Albinus.

 Perbedaan dalam penerapan sistem Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ke K13 ada beberapa hal, seperti dari aspek yang perlu disiapkan yaitu perbedaan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari sistem KTSP.

"Karena sebelumnya sistem KTSP memacu siswa untuk mengejar nilai, namun berbeda dengan K13 yaitu ada tiga poin sesuai dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Penerapan dan Penilaian, yaitu yang harus dinilai adalah Sikap, Pengetahun, dan Keterampilan dari siswa itu," ungkapnya.

 Albinus yang juga sebagai Kepala SMP Negeri 01 Sekadau Hilir itu mengutarakan, untuk penilaian kepada siswa berbeda dari sisi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu mencapai presentase 70-an nilainya. "Jadi, artinya jika siswa -siswi tersebut mendapat nilai di bawah 75 maka akan dilakukan remidial, sehingga siswa tersebut mendapatkan nilai 75 bahkan lebih," jelasnya.

Dari 36 SMP yang akan dan sudah menerapkan K13, memang untuk kondisi jumlah SMP di Kabupaten Sekadau mencapai 68 sekolah. Artinya akan dilakukan secara bertahap untuk SMP yang belum melakukan penerapan sistem K13.  “Jadi penerapan K13 itu pada bulan Juni 2017 mendatang untuk tahun pelajaran 2017 - 2018," ucapnya.
Untuk kesiapan 20 sekolah itu, Albinus berharap, apa yang didapat dalam pelatihan K13 kemarin bisa diterapkan dengan maksimal di sekolah-sekolah.

Untuk kendala memang dari sisi tenaga pengajar. "Karena itensitas belajar mengajar di K13 tentu akan meningkat, karena selain guru memberikan teori di lapangan mereka harus terampil menerapkan teori tersebut, dan juga memiliki sikap dan mental yang baik,” terangnya.

 Untuk kekurangan tenaga pengajar dia merasa kepala sekolah bisa memanfaatkan Dana Bos. Albinus melanjutkan, di Bulan Mei mendatang akan ada pelatihan satu kali lagi, untuk tahap finalisasi. Ke depan masyarakat diminta juga siap mengajarkan anaknya, minimal tahu  dasar tiga kriteria sesuai K13.

Sementara itu, Ketua Rayon MKKS Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau Abang Mohd Firman mengakatan,terkait kurikulum tentu itu dirancang karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman, karena semakin era globalisasi tentu akan berdampak kepada sistem belajar mengajar yang terbaru.

 "Ke depan akan lebih bagus, penyesuaikan materi sudah luar biasa, hanya saja dalam penerapan materi K13 nanti itu guru memaparkan menyederhanakan materi dan buku penunjang guru dan siswa sudah ada," ujarnya.

 Untuk prosesinya, siswa tidak dipungut biaya,semua ditanggung oleh dari dana Lembaga Penjaminan Mutu di provinsi. dari sisi kendala, Kata Firman sapaan karabnya, tentu guru perlu penyesuaian, apalagi target menerapkan K13 harus rampung pada tahun 2019 nanti. Anggota Komisi C DPRD Sekadau Mulyadi Alip mengatakan, pihaknya sangat mendukung dengan adanya penerapa Kurikulum 2013 ata sering disebut K13 di tingkat SMP.

 "Kita sangat dukung penerapan K13 di Kabupaten Sekadau, apalagi hal ini karena kebijakan dan mengikuti perkembangan zaman akan berdampak perubahan pada suatu sistem dari sisi materi dan pengajaran di sekolah," kata Mulyadi. Menurutnya, walaupun belum semua sekolah yang menerapkan K13 khusunya di SD, SMP, maupun SMA. Namun tentu itu dilakukan secara bertahap, karena berkaitan dengan sarana dan prasarana di sekolah tersebut apakah sudah memadai atau belum.

 "Kita tahun bahwa SMP di Kabupaten Sekadau ada 68 unit, maka sisanya bagaimana pemerintah melalui Bidang pendidikan bisa terus meningkatkan kinerjanya agar SMP bisa menerapkan K13,” tutupnya. (akh/ang)


Komentar