Aktivitas Bongkar Muat di Pasar Sekadau jadi Biang Macet

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 918

Aktivitas Bongkar Muat di Pasar Sekadau jadi Biang Macet
ilustrasi
SEKADAU, SP – Sejumlah pengendara bermotor roda dua maupun roda empat mengeluhkan kondisi lalu lintas di Jalan Kapuas, Pasar Sekadau yang kerap mengalami kemacetan. Kemacetan disebabkan banyak kendaraan yang melakukan aktivitas bongkar muat barang ke sejumlah pertokoan yang ada di sepanjang jalan pasar.

“Apalagi kalau pagi hari, sering macet. Kadang tak bisa lewat,” ucap Sukar, salah seorang pengguna sepeda motor dijumpai Suara Pemred saat melintas di jalan tersebut, Selasa pagi (9/5).


Menurut warga yang tinggal di Jalan Sekadau-Sintang itu, kemacetan terutama terjadi sejak pagi hingga menjelang tengah hari. Titik kemacetan mulai dari Jembatan Sungai Kapar hingga ke dekat Bundaran Tugu Jam, Kota Sekadau. "Di depan Pasar Sayur Hulu juga sering terjadi kemacetan,” ucapnya.

Pantauan di lapangan, kemacetan terjadi karena banyak kendaraan ekspedisi yang sering melakukan bongkar muat barang. Kondisi jalan cukup sempit, sementara kendaraan yang melintas sangat padat. “Kita berharap pemerintah segera melakukan penataan aktivitas bongkar muat di kawasan Pasar Sekadau ini. Penataan juga perlu dilakukan di beberapa titik jalan lainnya yang ada aktivitas bongkar muatnya,” harapnya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sekadau, Subandrio meminta pemerintah melakukan penataan terhadap aktivitas bongkar muat di kawasan Pasar Sekadau dan sekitarnya. “Jangan sampai karena aktivitas itu, masyarakat pengguna jalan menjadi dirugikan,” ucap Suban.

Suban mengakui, beberapa titik jalan di kawasan Pasar Sekadau dan sekitarnya memang sering mengalami kemacetan akibat aktivitas bongkar muat itu. Ia pun berharap pemilik kendaraan ekspedisi dan pemilik toko, dapat menyadari kondisi tersebut. “Kita tidak melarang warga berusaha. Tapi tolong diperhatikan juga lah masalah kelancaran jalan. Jangan sampai kita bongkar muat seenaknya. Nanti bisa memicu aksi pertikaian, paling tidak bisa memunculkan adu mulut dengan pengguna jalan,” ingat Suban.

Menurut dia banyak cara yang bisa dilakukan dalam penataan aktivitas bongkar muat di kawasan Pasar Sekadau itu. “Misalnya, aktivitas bongkar muat kita lakukan saat jam malam atau jam-jam lain di mana aktivitas pasar sedang sepi,” cetusnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Sekadau mengakui kerap mendapat laporan soal kemacetan akibat adanya aktivitas bongkar muat barang dikawasan pasar Sekadau, terutama di Jalan Kapuas. Dishub mengklaim sudah melakukan berbagai upaya mengatasi hal tersebut.

“Sudah kita pasang plang pengumuman bahwa bongkar muat itu diatur mulai Jam 06.00 WIB hingga jam 09.00 WIB pagi. Tapi banyak yang bandel,” kata Fendy Kepala Dishub Sekadau, di Betang Youth Center, kemarin pagi.


Menurut Fendy, plang tersebut sudah dipasang Dishub sejak enam bulan yang lalu di dekat Jembatan Sungai Kapar, tak jauh dari Pasar Plamboyan. Namun banyak pemilik truk ekspedisi yang menganggapnya hanya angin lalu. “Banyak yang melakukan bongkar muat di luar jam 06.00 WIB hingga jam 09.00 WIB itu. Padahal kita sudah melarangnya,” ketusnya.

Lantas apakah Dishub patah arang karena tidak ditaati para sopir dan pemilik toko? Fendy memastikan, tidak putus asa. “Kita juga sudah melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik toko,” ujarnya. Soal langkah tegas dengan pemberian sanksi kepada para pemilik truk ekspedisi dan pedagang, Fendy mengaku tidak bisa melakukannya.

Ia menganggap sanksi itu menjadi kewenangan pihak kepolisian. “Kita sudah membicarakan masalah sanksi itu dengan pihak kepolisian saat rapat forum lalu lintas,” pungkasnya. (akh/ang).