q Suara Pemred − Sebelas Raja Akan Hadiri Parade Kebudayaan Melayu se Kalbar 2016 di Kota Singkawang

Sebelas Raja Akan Hadiri Parade Kebudayaan Melayu se Kalbar 2016 di Kota Singkawang

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1205

Sebelas Raja Akan Hadiri Parade Kebudayaan Melayu se Kalbar 2016 di Kota Singkawang
Istana Alwatzikhubillah di Kabupaten Sambas, Kalbar. (id.wikipedia.org)
SINGKAWANG, SP - Parade Kebudayaan Melayu se-Kalbar akan digelar di Kota Singkawang, 3-5 Maret mendatang. Parade juga akan dihadiri kesultanan dari luar Kalbar, antara lain Kesultanan Palembang, Kesultanan Maros, Kesultanan Banjar dan Kesultanan Brunei Darussalam.

"Sebelas raja di Kalbar akan datang diacara kita nanti. Terakhir raja dari Mempawah yang sudah konfirmasi akan datang menghadiri acara," kata  Robi Sanjaya, Ketua Panitia Parade Kebudayaan Melayu se-Kalbar Senin (29/2).


Menurut Robi, untuk kedatangan Kesultanan Palembang, Maros, Banjar dan Brunei Darussalam, pihak panitia saat ini masih menunggu konfirmasi. "Insya Allah mereka juga akan datang menghadiri dalam rangka mendukung kegiatan parade kegiatan Melayu di Singkawang," tuturnya.

Robi menambahkan parade ini akan diisi dengan berbagai acara kebudayaan dari masing-masing kerajaan seperti nyanyian dan tari-tarian.

Parade kebudayaan dikatakan Robi, dimaksudkan untuk mengangkat kebudayaan Melayu di Kalbar.
"Harapan kita kebudayaan Melayu juga akan menjadi aset wisata, yang akan dikembangkan di Kalbar, jadi tidak hanya Cap Go Meh dan Naik Dango saja," harapnya.

Selain parade, nantinya, dikatakan Robi juga akan diisi dengan acara kunjungan ke kerajaan Sambas.

"Nanti semua raja akan berkunjung ke Sambas. Dan Alhamdulillah dari Kerajaan Sambas juga sudah menyanggupi dan menerima kunjungan raja-raja ini," ungkap Robi. Kemudian juga akan ada kegitan pemberian tanda jasa kehormatan kepada tokoh-tokoh yang ada di Singkawang. 

Menjadi Agenda Tahunan

Hal senada  disampaikan Pangeran Ratu H.Gusti Kamboja, Ketua Majelis Kerajaan Kalbar bahwa seluruh raja di Kalbar juga telah memastikan akan datang menghadiri Parade Kebudayaan Melayu ini.

Dia mengharapkan  keberagaman etnis yang ada di Kalbar hendaknya harus terus dijaga dan terus melestarikan tradisi.


"Selain etnis lain, di Kalbar juga ada etnis Melayu dan akan memberikan warna. Dalam parade ini menjadi upaya kita mengekalkan tradisi dan menjaga harmonisasi, agar harmonisasi tidak hanya sekedar wacana di atas kertas saja ,” kata Kamboja.

Kamboja juga mengungkapkan harmonisasi yang dimaksud adalah warga diperkenankan untuk datang menyaksikan, seperti halnya ketika Singkawang menggelar iven besar pariwisata kemarin.

“Siapapun boleh datang, bukan hanya tontonan etnis Melayu saja. Kita tentu berharap iven seperti ini dapat menjadi agenda tahunan sekaligus menjadi dorongan pertumbuhan dunia pariwisata di Kalbar umumnya dan Singkawang khususnya,” tandas Kamboja.

Dalam rangkaian acara nanti, kata Kamboja juga akan diisi dengan pengukuhan Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara (ICKN) wilayah Kalbar, yang dihadiri oleh eksekutif presidium ICKN Pusat Prof. DR Muhammad Asdar yang juga Raja Bantoa Maros Sulawesi Selatan.
“Sekaligus melakukan pengukuhan pengurus untun ICKN Kalbar ,” ujar pria yang juga tercatat sebagai Presidium ICKN Pusat ini. (jee/sut)