Ini Alasan Media Penyiar Debat Publik Dilaporkan ke Panwaslu

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 882

Ini Alasan Media Penyiar Debat Publik Dilaporkan ke Panwaslu
Ilustrasi
SINGKAWANG, SP - Ketua tim pemenangan paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang nomor urut  4 (Andi Syarif-Nurmasyah), M. Abdurrahman melaporkan dugaan pelanggaran pelaksanaan pilkada ke Panwaslu setempat. Pasalnya, Radio DDS yang mendapat hak siar dari KPU setempat,  dituding tidak netral saat menyiarkan acara debat calon wali kota pada (28/12) lalu.  

"Pertama adalah penghapusan video asli berupa video live streaming oleh lembaga penyiaran tersebut di YouTube, dan kemudian menggantinya dengan video baru," kata Rahman sapaan akrabnya di kantor Panwaslu Singkawang.


Kejanggalan kedua muncul dalam video yang diupload pada 31 Desember oleh RDDS.  Video yang berjudul ‘Debat Publik Calon Wali Kota Singkawang 2017- Part 5, Andi Syarif dalam video tersebut tidak terlihat.
  “Berbeda dengan calon yang lain terlihat jelas, kami jelas keberatan dengan hal ini,” tegasnya.

Rahman mengungkapkan beberapa barang bukti terkait pelaporan pelanggaran tersebut saat sudah diserahkan ke Panwaslu.

"Barang bukti yang sudah kita serahkan yakni diantaranya video asli yang ada tagline dengan video yang diupload ulang dengan gambar Paslon nomor urut 4 yang ngeblur," ujarnya.

Rahman menegaskan, pihaknya akan menempuh jalur hukum apabila laporan yang diajukan ternyata tidak ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.  

"Karena menurut saya selain pelanggaran Pemilu, ini juga sudah melanggar Undang-undang ITE," tegas dia.


Rahman juga mengingatkan kepada KPU Singkawang sebagai penyelenggara Pemilu agar menggunakan media yang dipastikan netral saat pelaksanaan debat Wakil Wali Kota Singkawang yang rencananya akan digelar pada 6 Januari 2017.

"Kami akan mengirimkan nota keberatan ke KPU untuk tidak melibatkan radio ini menyiarkan debat live streaming. Apalagi radio ini pernah ditegur KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) terkait pemasangan iklan Paslon beberapa waktu lalu," tutur Rahman. (abd/jee)


Baca juga:
Puluhan Jabatan Eselon di Pemkot Pontianak Masih Kosong
Petani Bergairah, Harga Karet di Kabupaten Landak Naik
Dinas: Harga Komoditas Masih Fluktuatif