TNI-Polri Pantau Wilayah Rawan Karhutla

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 609

TNI-Polri Pantau Wilayah Rawan Karhutla
ilustrasi
SINGKAWANG, SP  - Kepolisian Resor Singkawang melalui Bhahinkamtibmas memantau lahan perkebunan warga untuk memastikan tidak terjadi kebakaran lahan.

"Pemantauan ini adalah dalam rangka untuk memastikan tidak terjadi kebakaran lahan, lantaran sekarang ini sudah memasuki musim kemarau," kata anggota Polres Singkawang, Brigadir Salman A, saat menyambangi warga binaannya yang sedang berkebun di Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Rabu (10/5).

Dalam kesempatan itu, dia juga memberikan imbauan kepada warga agar tidak membakar sembarangan pada saat berkebun.

"Apabila ingin membakar sampah-sampah di kebun harusnya dalam pantauan, sehingga tidak meninggalkan sisa bakaran dalam keadaan masih menyala," tuturnya.

Dia juga mengajak warga untuk saling menjaga lahan agar terhindar dari kebakaran serta bersama-sama untuk mencegah terjadinya Karhutla khususnya di Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah.

Sementara Waka Polres Singkawang, Kompol Dhani Catra Nugraha mengatakan, menyikapi cuaca panas sekarang ini pihaknya telah mengerahkan Bhabinkamtibmas untuk memberikan sosialisasi dan pembinaan ke masyarakat tentang bahaya kebakaran lahan.

"Untuk itu kita imbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan," kata Dhani.

Tindakan serupa juga telah dilakukan TNI khususnya di wilayah Kodim 1202/Skw.

"Untuk mengantisipasi Karhutla kita sudah melakukan sosialisasi kepada warga terutama yang tinggal di daerah-daerah yang rawan dengan kebakaran lahan," kata Danramil 16/Sedau, Kapten Inf Taufik Wiramansyah.

Menurutnya, dalam sosialisasi ini pihaknya melibatkan Babinsa ke daerah-daerah rawan kebakaran lahan seperti, Singkawang Timur, Utara dan Selatan.

Kemudian, pihaknya juga telah melakukan koordinasi bersama instansi-instansi terkait seperti Polsek, BPBD dan Manggala Agni.

"Di samping itu, kami juga melaksanakan patroli Karhutla rutin dengan menggunakan sepeda motor masuk ke daerah-daerah yang memang dianggap rawan kebakaran lahan," tuturnya.

Patroli ini, jelasnya, bersifat Diplomatis. Artinya, setiap dilaksanakan patroli, pihaknya langsung menyampaikan ke masyarakat bahwa apabila terjadi kebakaran lahan akan menimbulkan dampak yang sangat tidak baik dan dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan pada alam.

Menurutnya, beberapa daerah yang rawan terjadi kebakaran lahan khusus di wilayahnya, antara lain, Sungai Garam, Semelagi Kecil, Mayasofa, Nyarumkop, Mantoman dan Sagatani. (ant/jee)