Pemindahan Terpidana Teroris Dipertanyakan

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 547

Pemindahan Terpidana Teroris Dipertanyakan
Pengamanan – Petugas kepolisian saat melakukan antisipasi ancaman teror di rumah ibadah. Di Kota Singkawang, narapidana teroris bom Bekasi dipindahkan penahanannya ke Kota Singkawang.
SINGKAWANG, SP – Pemindahan narapidana teroris bernama Nur Muhammad Abdullah alias Fariz Abdullah alias Ali (31) ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Singkawang oleh Densus 88 Polri, Jumat (29/8) menuai pertanyaan dari pimpinan DPRD Singkawang.   Ketua DPRD Singkawang, Sujianto akan mempertanyakan alasan pemindahan terpidana teroris kasus bom Bekasi tersebut ke Lapas Kelas II B Singkawang.  

"Saya binggung dan bertanya-tanya kenapa harus di pindah ke Singkawang, kita harus pertanyakan ke Lapas persoalan ini," ujar Sujianto, Senin (31/7).   Sujianto khawatir masuknya terpidana teroris ke Lapas Singkawang akan menyebabkan tahanan lain terprovokasi karena mengingat penduduk Kota Singkawang yang multi etnis.  

"Atas dasar itu juga, saya meminta pihak Lapas Singkawang meningkatkan pengawasan. Saya akan tanyakan masalah ini lebih jelasnya ke kepala Lapas," kata Sujianto.   Senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra. Ia mengakui baru mengetahui informasi pemindahan napi teroris ke Singkawang.  

Meskipun pemindahan yang dilakukan masuk dalam wewenang Kementerian Hukum dan HAM, namun menurut Sumberanto pemindahan tetap harus dipertanyakan.   "Memang ini merupakan kewenangan Kemenkumham, tapi alasannya apa tentu kita juga harus tahu,” kata Sumberanto.  

Sumberanto mengingatkan pihak Lapas Kelas II B Singkawang untuk lebih meningkatkan pengawasan, khususnya terhadap jalur komunikasi warga binaan Lapas. Dengan peningkatan pengawasan, ia berharap narapidana teroris tidak dapat dapat mempengaruhi penghuni lainnya.  

"Dengan adanya napi teroris di pindahkan ke Singkawang saya pikir harus mendapat perhatian kita bersama, dan saya akan ke sana (Lapas) untuk melakukan komunikasi dengan pihak Lapas Singkawang," pungkasnya.   Sementara Kapolres Singkawang, AKBP Sandi Alfadien Mustofa meminta masyarakat Singkawang tenang menyikapi pemindahan narapidana teroris ke Lapas Singkawang.   

"Saya minta masyarakat tetap tenang, sebab hingga sampai saat ini kita terus memonitor perkembangannya di Lapas, saya juga minta masyarakat tidak khawatir yang berlebihan," katanya.   Kapolres juga mengungkapkan, sejak di pindahnya napi teroris pelaku bom Bekasi pihaknya belum menambahkan personil untuk penjagaan di Lapas Singkawang.  

"Hingga saat ini kita belum ada penambahan personil, pihak kita sifatnya hanya koordinasi dengan pihak Lapas. Namun, kita siap apabila ada permintaan dari Lapas untuk penambahan personil," pungkasnya.  

Diketahui, Ali merupakan pelaku kasus bom Bekasi pada 2015 silam. Dan divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 28 Desember 2015 silam. Ia terbukti melakukan tindak pidana terorisme. (pul/jee)
 

Komentar