Pedagang dan Jukir Tolak Sistem Gate Parking

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 413

Pedagang dan Jukir Tolak Sistem Gate Parking
PENOLAKAN – Sejumlah pedagang dan jukir di Pasar Alianyang menolak sistem gate parking yang diterapkan Pemkot Singkawang di pasar tersebut. Penolakan dilakukan H-1 peresmian pasar semi modern tersebut. (SP/Rudi)

Hendryan: Kita Akan Tanggapi Positif


Ketua IPPIAS Singkawang, Muchsin Effendi
"Jika sistem ini diterapkan, kami akan kehilangan pendapatan. Konsumen sudah banyak yang mengeluhkan sistem ini"

SINGKAWANG, SP – Ratusan pedagang juru parkir (jukir) di Pasar Alianyang menggelar spanduk berisi penolakan penerapaan sistem gate parking, Rabu (13/12). Aksi penolakan para jukir ini dilakukan H-1 peresmian pasar semi modern yang rencananya akan dilakukan oleh Wali Kota Singkawang, Awang Ishak, Kamis (14/12).

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Ikan Alianyang (IPPIAS) Singkawang, Muchsin Effendi mengatakan, spanduk protes tersebut di pasang di empat titik di wilayah pasar. Ia beralasan, protes yang disampaikan para jukir karena sistem gate parking yang akan diterapkan di Pasar Alianyang akan mematikan pendapatan mereka.

“Jika sistem ini diterapkan, kami akan kehilangan pendapatan. Konsumen sudah banyak yang mengeluhkan sistem ini,” tegas Muchsin.

Muchsin menilai, penerapan gate parking di lokasi pasar ikan di Pasar Alianyang tidak sesuai dengan tempatnya. 

"Dinas salah tempat, kemudian bagi masyarakat yang punya permukiman di sini tentu sangat dirugikan dengan sistem gate ini," ujarnya.

Selama tiga hari percobaan sistem gate parking di Pasar Alianyang, menurut Muchsin sudah banyak pedagang yang mengeluh. Pendapatan mereka pun berkurang drastis akibat konsumen yang enggan berbelanja di sana.

“Dalam tiga hari ini sepi pengunjung," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, pendamping jukir Pasar Alianyang Singkawang, Suprapto meminta Pemkot Singkawang memikirkan nasib para jukir.

"Bukan justru malah memberatkan beban mereka. Karena yang saya dengar jukir di Pasar Alianyang akan dihilangkan," katanya.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Singkawang, Hendryan mengaku bingung dengan protes yang disampaikan jukir dan pedagang di Pasar Alianyang terkait penerapan gate parking.

Menurut ia, penerapan sistem ini sebelumnya telah dibahas bersama jukir dan pedagang dan para jukir pun menerima penerapan sistem gate parking dengan syarat perusahaan yang pengelola parkir di Pasar Alianyang menerima 14-15 jukir menjadi pegawai mereka.

"Tapi mengapa tiba-tiba seperti ini saya juga tidak tahu, namun akan kita tanggapi dengan positif," ujarnya.

Karena itu untuk sementara, Hendryan meyakinkan sistem gate parking di Pasar Alianyang tidak difungsikan sambil menunggu penyelesaian lebih lanjut.

"Jadi setelah di resmikan besok pagi, kemudian kita undang untuk penyelesaian masalah ini," ungkapnya.

Kapolres Beri Peringatan 


Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat meminta kepada pedagang dan juru parkir Pasar Alianyang mencopot spanduk penolakan sistem gate parking yang dipasang di sejumlah titik di pasar tersebut.

"Saya minta spanduk ini dicopot, demi keamanan di Kota Singkawang," kata Yuri kepada kepada ketua Ketua Ikatan Pedagang Pasar Ikan Alianyang (IPPIAS) Singkawang, Muchsin Effendi. 

Hal itu ditegaskannya, lantaran besok pagi Pasar Semi Modern Alianyang akan diresmikan, kemudian disusul akan dilakukan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang terpilih. 

"Jangan sampai ketidak kekondusifan di Pasar Alianyang ini dikira orang ada apa-apa, sehingga menimbulkan kekhawatiran di masyarakat," ujarnya. 

Yuri menegaskan, pengelola pasar tidak diperkenankan untuk mengoperasionalkan gate parking sebelum ada izin dari kepolisian. 

"Dan kita akan berkoordinasi dengan Disperindag dan Dishub, supaya menggelar rapat lanjutan di Polres Singkawang guna memperjelas masalah ini," ujarnya. (rud/jee)