Petugas Rumah Sakit Diberi Vaksin Difteri

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 263

Petugas Rumah Sakit Diberi Vaksin Difteri
VAKSIN – Di Singkawang, 300 petugas kesehatan RSUD Abdul Aziz diberi vaksin anti difteri. (Net)
SINGKAWANG, SP – Direktur RSUD Abdul Aziz, Carlos Dfa’afara mengatakan, pihak rumah sakit memberikan vaksin difteri terhadap 300 petugas pemberi layanan di rumah sakit tersebut.

“Ini kita lakukan untuk mengantisipasi penyebaran difteri terhadap petugas yang memberi pelayanan ke masyarakat,” katanya, Kamis (4/1).
Di samping memberikan vaksin, dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendramatisir dan memvonis penyakit yang dialami orang lain.

Hal ini diingatkan dia, lantaran ada satu kasus yang mana berdasarkan hasil uji lab di Jakarta bahwa pasien tersebut tidak mengidap penyakit Difteri.

"Baru suspect, yang kemungkinan bisa saja difteri dan bisa juga bukan. Namun, sayangnya isu di masyarakat seakan-akan pasien tersebut menyatakan sudah positif difteri,” sesalnya. 

Mengenai hal ini, diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk tidak memvonis suatu penyakit sebelum ada hasil pemeriksaan oleh tim ahlinya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Kismed mengatakan, sejak tahun 2015 hingga 2017 belum ditemukan kasus difteri di Kota Singkawang.

"Kalau tahun 2014 silam memang ada, tapi hanya satu kasus," kata Kismed.

Menurutnya, potesi untuk terjadi kejadian luar biasa (KLB) memang ada setiap saat, karena apabila ditemukan satu kasus saja sebenarnya sudah bisa KLB.

"Karena penyakit ini akibatnya cukup fatal, jadi kalau memang ada ditemukan kasus, maka harus cepat direspon," ujarnya.

Dinkes singkawang saat ini telah menekankan ke Posyandu untuk melakukan imunisasi dasar yang lengkap kepada bayi dari usia 0-1 tahun. Namun sayangnya masih ada orangtua yang menolak pemberian imuniasi ke bayi mereka.

"Inilah kendala yang sering kita hadapi, terutama pada etnis-etnis tertentu," ungkapnya.

Kismet menambahkan, difteri bisa menyerang orangtua. Hal itu terjadi apabila sistem kekebalan tubuh mengalami masalah.

Karena itu guna menghindari penyebaran dari virus tersebut masyarakat diimbau untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan biasakan cuci tangan pakai sabun.

"Karena bakteri itukan menyebar di udara. Jadi sewaktu kita lagi flu atau batuk, ditangan kita ada bakterinya. Hal tersebut tentu bisa menularkan ke orang lain," ujarnya. (rud/jee)

Komentar