Perusakan ATM BRI di Singkawang, Pelaku Pernah Alami Gangguan Jiwa

Singkawang

Editor K Balasa Dibaca : 441

Perusakan ATM BRI di Singkawang, Pelaku Pernah Alami Gangguan Jiwa
Pelaku saat diamankan polisi. (SP/Rudi)
SINGKAWANG, SP - Polsek Singkawang Barat akhirnya berhasil membekuk IA (35), warga Jalan Veteran, Kelurahan Roban yang diduga sebagai pelaku perusakan empat mesin ATM BRI cabang yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Sabtu (24/3) malam.

Kapolsek Singkawang Barat, Kompol Bagio Erianto mengatakan, bahwa pelaku diduga telah melakukan perusakan sebanyak empat unit mesin ATM Bank BRI, di Galeri ATM BRI cabang Jalan Pangeran Diponogoro, Sabtu (24/3) sekitar pukul 21.00 WIB.

Dimana saat itu, pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa lantaran pernah dirawat di RSJ Semarang selama tujuh tahun lalu itu, datang dan masuk ke ATM Bank BRI cabang kemudian keluar dan bertanya JN dan AN (Satpam Bank BRI) mengapa kartu ATM-nya tidak bisa berfungsi (disabel).

"Dijawab oleh Satpam bahwa hal itu dikarenakan ada gangguan (disabel) dari pusat dan mungkin pada hari Senin baru dapat berfungsi lagi," cerita Bagio.

Mendengar jawaban Satpam seperti itu, pelaku merasa tidak puas dan marah-marah sambil berkata jangan hanya gara-gara susah mengambil uang receh nanti ATM tersebut akan dia pecahkan.

"Usai berkata demikian, pelaku masuk lagi ke dalam Galeri ATM dan langsung memecahkan kaca ATM tersebut," ujarnya.

Setelah itu, pelaku langsung pergi keluar dengan berjalan kaki. Atas perusakan itu, Satpam yang berjaga langsung menelepon penjagaan Polres Singkawang.

Saat ini, pelaku berinisial IA sudah pihaknya amankan dan ditangani Polres Singkawang.

"Jika memang terbukti mengalami gangguan jiwa, maka langkah selanjutnya adalah mengirimkan yang bersangkutan ke RSJ Singkawang," jelasnya.

Atas perusakan itu juga, pihak Bank BRI masih belum dapat merincikan berapa jumlah kerugian yang dialami.

"Untuk kerusakan sebanyak empat unit ATM Bank BRI itu hingga kini belum diketahui berapa jumlah kerugian yang dialami," katanya. (rud)