Warga Singkawang Salah Satu Korban Lion Air JT 610

Singkawang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 538

Warga Singkawang Salah Satu Korban Lion Air JT 610
Singkawang, SP - Salah seorang korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 pada 29 Oktober 2018 kemarin adalah warga kelahiran Kota Singkawang. Korban bernama Martono (36 tahun) adalah warga Jalan Pasar Turi, Kecamatan Singkawang Barat. 

“Jenazah korban tiba di Singkawang pada hari Rabu (7/11) siang,” kata ayah korban, Tjhin Tji Fan alias Afan, saat ditemui di Yayasan Tanjung Bhakti Suci (Sakok), Jalan Padang Pasir, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Sabtu (10/11) pagi.

Menurut Afan, anaknya menetap di Jakarta selama kurang lebih 5 tahun. “Martono sudah 5 tahun yang lalu pindah ke Jakarta. Di sana ada buka usaha bengkel,” ujarnya.

Martono anak pertama dari delapan bersaudara. Korban memiliki istri dan dikarunai 2 orang anak, laki-laki dan perempuan. 

Menurut Afan, musibah yang dialami Martono terjadi saat sedang mengantar mertuanya ke Bangka Belitung menggunakan pesawat Lion JT-610. “Saya tidak ada diberitahu kalau Martono pergi mengantarkan mertuanya saat itu,” ceritanya.

Afan mangatakan, mengetahui Martono pergi bersama mertuanya dari keluarga di Jakarta. “Saya dihubungi sepupu saya kalau anak saya pergi dengan mertuanya. Dan pesawat yang jatuh itu (Lion Aor JT-610) salah satu penumpangnya anak saya,” ungkapnya.

Pada Senin (29/10) Afan berangkat ke Jakarta untuk memastikan kabar tersebut. Di Jakarta, dia langsung ke Posko pencarian korban untuk mengetahui kondisi anak pertamanya.

“Selama 8 hari saya berada di Jakarta untuk memastikan kalau korban itu anak saya. Disana juga saya melakukan tes darah dan DNA untuk dicocokkan. Hasilnya baru diketahui hari Selasa (6/11). Dan benar itu anak saya.”

Setelah mengetahui korban tersebut adalah anaknya, pada Rabu (7/11) Afan membawa jenazah anaknya pulang untuk selanjutnya di makamkan di Singkawang. “Jenazah sudah tidak utuh lagi, yang diketemukan dan dibawa ini hanya kaki dan tangan saja,” ucapnya.

Saat ini jenazah korban sudah berada di Yayasan Tanjung Bhakti Suci Sakok. Direncanakan akan di kebumikan besok siang. “Karena adik-adiknya juga sudah tiba di Singkawang. Hanya istri dan anak-anaknya saja yang tidak bisa datang, karena takut dan trauma naik pesawat," kata Afan.

Ditambahkan Afan, anaknya orangnya pendiam. “Sebelumnya tidak ada firasat apapun, semua biasa-biasa saja.” (rud)