BPJS Singkawang Buka Donasi JKN-KIS

Singkawang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 371

BPJS Singkawang Buka Donasi JKN-KIS
Singkawang, SP - Kepala Kantor BPJS cabang Singkawang, Novi Kurniadi membuka kesempatan masyarakat perorangan atau badan hukum untuk terlibat program donasi jaminan kesehatan nasional (JKN-KIS).   Mekanisme donasi perorangan, individu yang memiliki kemampuan membayar iuran mendaftarkan satu atau beberapa keluarga di lingkungannya untuk menjadi peserta JKN-KIS. Donatur membayar iuran selama keluarga tersebut masih membutuhkan bantuan.

Donatur perorangan wajib mendaftarkan dan membayarkan iuran peserta selama satu tahun di muka. “Adanya kesepakatan pendaftaran peserta PBPU dan BP yang didaftarkan oleh donatur perorangan dilakukan dengan menandatangani surat pernyataan komitmen donasi perorangan,” kata Novi Kurniadi.

Sehingga, aktivasi kepesertaan PBPU dan BP yang didaftarkan sudah mengacu pada ketentuan UU. “Pendaftaran setiap orang beserta anggota keluarga, wajib memilih kelas perawatan yang sama,” katanya.

Kedua, program donasi oleh donatur badan hukum berbentuk partisipasi dari yayasan, koperasi, lembaga keagamaan, lembaga atau badan amal, badan usaha dan badan hukum lain sesuai UU. Penyantun memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan dan kualitas kesehatan individu beserta keluarga yang berada di bawah naungannya, dimana donasi yang dilakukan badan usaha merupakan wujud Corporate Social Responsibility (CSR). 

Donatur badan hukum wajib mendaftarkan dan membayarkan iuran peserta minimal 6 (enam) bulan di awal. BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan pemerintah daerah/lembaga lain dalam penetapan data peserta yang didaftarkan oleh badan hukum.

“Adanya kesepakatan pendaftaran peserta PBPU dan BP yang didaftarkan oleh donatur badan usaha yang dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama," ungkapnya.

Selama ini BPJS Kesehatan bersinergi dengan pemerintah daerah, badan hukum serta perorangan dalam mensosialisasikan program donasi JKN-KIS.
  Secara nasional cakupan peserta JKN-KIS per 1 Oktober 2018 adalah 77,02 persen dari jumlah penduduk. “Persentase ini berdasarkan tiga wilayah kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang Singkawang yang meliputi Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Bengkayang (Singbebas).”

Sementara cakupan peserta Per 1 Oktober 2018 adalah 644.022 Jiwa atau 55,52 % dari total penduduk wilayah Singbebas adalah sebanyak 1.152.748 jiwa berdasarkan data agregat penduduk semester II tahun 2017 dari Dukcapil Provinsi Kalbar, dimana penduduk yang belum terdaftar menjadi peserta JKN-KIS adalah sebanyak 508.726 jiwa atau 44,13 %.

"Dengan rincian Kota Singkawang cakupan peserta JKN-KISnya baru 67,73 %, Kabupaten Sambas 51,24 % dan Kabupaten Bengkayang 54,56 % dari jumlah penduduk," jelasnya.

Selama ini, katanya, belum ada kendala yang dialami dalam menyukseskan program ini. Karena sinergi antara BPJS Singkawang dengan pemda serta stakeholder terkait tetap dimaksimalkan agar program ini dapat berjalan optimal sebagai salah satu upaya mencapai Universal Health Coverage (UHC) per 1 Januari 2019. (rud)