2016, Polres Sintang Ungkap Puluhan Kasus Narkoba

Sintang

Editor sutan Dibaca : 886

2016, Polres Sintang Ungkap Puluhan Kasus Narkoba
RILIS KASUS- Kapolres AKBP Suharjimantoro, Wakapolres Kompol Pulung Wietono beserta jajaran saat mengelar rilis kasus 2016, di aula Mapolres setempat, Sabtu (31/12). (SP/Nana)
SINTANG, SP - Kapolres Sintang, AKBP Suharjimantoro mengakui, pada 2016 terdapat 10 kasus utama yang menjadi sorotan, satu di antaranya kasus Narkoba, yang menempati angka tertinggi dibanding kasus-kasus lainnya.  

“Sekian banyak kasus, rata-rata ditangani hingga selesai. Untuk Narkoba, berdasarkan DIPA Polres Sintang 2016 hanya tiga kasus, namun berhasil diungkap 32 kasus,” kata Kapolres didampingi Wakapolres, Kompol Pulung Wietono, dan jajarannya.
 
Menurutnya, kinerja Polres sempat mengalami defisit dari sisi anggaran penanganan kasus, namun hal tersebut tidak membuat mereka berpatah arang. Hanya saja, ia berharap agar laporan yang ada bisa menjadi perhatian, agar ke depannya, anggaran penanganan kasus-kasus yang mencolok bisa ditingkatkan.

“Kita berharap, ini bisa menjadi perhatian, sebab selama ini kita sebisa mungkin mengatur anggaran, agar kasus-kasus seperti Narkoba, bisa diselasaikan. Kasus ini terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun” ujarnya.
 

Lebih jauh, Kapolres menilai upaya bandar Narkoba untuk memasarkan barangnya, kian gencar. Sementara keberadaan mereka sendiri sangat sulit terdeteksi, sebab yang selama ini berhasil ditangkap, hanyalah para pengedar dan pemakai.
 

“Jaringan dan kontak interaksi mereka bersifat terputus, sehingga sulit melacak para pemasok barang haram ini,” ungkap Kapolres.
 

Ditanya terkait kemungkinan masuknya Narkoba melalui wilayah perbatasan Sintang dan Malaysia, Kapolres mengatakan perbatasan Sintang cukup aman dan terkendali. Sejauh ini belum ada temuan yang mengarah ke sana.
 

Di antara kasus-kasus yang menempati angka teratas selain Narkoba dengan jumlah 32, antara lain curat 23 kasus, penganiayaan biasa 23 kasus, curanmor 22 kasus, perjudian 20 kasus, perlindungan anak 11 kasus, pengelapan 10 kasus, curas 8 kasus, pengeroyokan 8 kasus serta  KDRT sebanyak 4 kasus sisanya diisi oleh kasus-kasus lain dengan angka yang tidak begitu mencolok.
 

Sementara untuk usia pelaku dalam setiap kasus rata-rata berada dalam usia produktif yakni di bawah 50 tahun dan di atas 20 tahun. (nan/mul)


Baca Juga:
Polisi Bongkar Bisnis Tahun Baru Pasutri dari Dusun Kertaraja
Polisi Ringkus Remaja 17 Tahun Pencuri Celana Dalam Wanita 
Ini Jumlah TKA Asal China Versi Disnakertrans Kalbar