Pembangunan Jembatan Tempunak Dikebut

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 529

Pembangunan Jembatan Tempunak Dikebut
PANTAU PEMBANGUNAN – Wabup Askiman, memantau pembangunan Jembatan Sungai Tempunak, Dusun Mansik, Desa Marti Jaya, Kecamatan Tempunak yang roboh dua tahun lalu. Pembangunan jembatan yang berbentuk composite steel girder tipe B, dengan bentang 30 meter, dih
SINTANG, SP - Jembatan Sungai Tempunak, Dusun Mansik, Desa Marti Jaya, Kecamatan Tempunak yang roboh dua tahun lalu, akhirnya dibangun kembali. Pembangunan jembatan yang berbentuk composite steel girder tipe B, dengan bentang 30 meter, diharapkan cepat selesai.   Untuk memastikan pembangunan jembatan tersebut berjalan lancar, Wabup Sintang, Askiman datang langsung ke lokasi, Senin (7/8). Ia didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kabupaten Sintang, beserta anggota Komis C.  

“Jembatan ini dibangun pada 2013, namun ambruk dua tahun lalu, karena aliran Sungai Tempunak yang deras. Dua tahun ini memang belum dibangun,” kata Wabup Askiman.   Faktor lain yang menyebabkan jembatan tersebut roboh, kata Askiman adalah rangka jembatan yang lama, yang hanya menggunakan rangka bailey bekas, kerena memang tidak dianggarkan saat itu. Sehingga rangkanya yang tidak kuat roboh, diterjang banjir bandang  

“Saat itu kendaraan angkutan yang over kapasitas sering melintas. Padahal sudah dipasang plang, minimal berat beban kendaraan yang hanya 5 ton,” paparnya.
  Pembangunan yang saat ini dikerjakan, memiliki perbedaan dengan jembatan yang lama. Ketinggian jembatan ditambah sekitar 80 cm dari ketinggian semula, sehingga diharapkan tidak terganggu oleh aliran air sungai apabila banjir.  

Para pekerja mengakui kendala yang dihadapi adalah sulitnya mendatangkan peralatan pendukung. Hal ini dikarenakan akses jalan menuju wilayah tersebut masih buruk. Sehingga perakitan hanya dilakukan secara manual.   “Untuk jalan, saat ini kita benahi melaui UPJJ Dinas PU Sintang. Nantinya dianggarkan sekitar Rp2 miliar dari APBD-Perubahan,” tutur Wabup Askiman.  

Askiman menuturkan, pembangunan jembatan menggunakan anggaran sebesar Rp3 miliar, yang bersumber dari anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2017. Untuk itu, dirinya langsung meninjau pembangunan jembatan tersebut, untuk melihat keseriusan para pekerja maupun pelaksana proyek.  

“Jembatan ini jadi akses vital empat desa di Kecamatan Tempunak. Saya berharap, pembangunan jembatan ini bisa diselesaikan tepat waktu,” katanya.   Camat Tempunak, Paulinus mengakui, masyarakat di wilayahnya sudah lama mengidamkan pembangunan jembatan tersebut. Ia berharap, para pekerja bisa menyelesaikan pembangunan tepat waktu, sehingga bisa segera dimanfaatkan.  

“Jembatan ini sangat strategis, karena dilalui oleh masyarakat di empat desa. Selama ini, mereka harus menyeberangi sungai menggunakan sampan,” ujar Paulinus.   Ia pun berharap, masyarakat bisa membantu pembangunan, misalnya dengan memberikan ruang kepada para pekerja, bila mana meminta bantuan ke masyarakat.  

“Jembatan ini punya kita, kita yang pakai, sehingga harus kita jaga. Mari bersama-sama menyukseskan pembangunan yang ada,” pungkasnya.   (nak/mul)