73 Ormas di Sintang Belum Memiliki SKT

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 468

73 Ormas di Sintang Belum Memiliki SKT
Kepala Kesbangpol Sintang, Budi Harto
SINTANG, SP – Terdapat 202 Organisasi Masyarakat (Ormas) yang bergerak disegala bidang untuk di Kabupaten Sintang. Namun banyaknya Ormas tersebut tak berbanding lurus dengan keaktifan mereka untuk mengurus Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga dan Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kabupaten Sintang, Leny Marlina bahwa pihaknya mencatat dari 202 Ormas yang ada, 73 belum memiliki SKT dan 58 yang masa berlaku SKT-nya sudah habis.


“Sebagain besar Ormas yang ada di Kabupaten Sintang merupakan turunan langsung dari pusat atau Ormas cabang yang induknya ada di pusat,” ujarnya kepada Suara Pemred, Kamis (28/9).
Seharusnya kata Leny para pengurus Ormas bisa segera melakukan verifikasi ke pihak Kesbangpol Sintang, agar terdata secara akurat dari tingkat bawah sampai pusat. Sebab banyak Ormas yang dari pusat tidak mendaftar ke pihaknya.

“Meski di pusat mereka sudah terdaftar dan legal, secara hukum harusnya pengurus cabang juga mendaftar organisasinya di Kesbangpol Kabupaten,” imbuhnya.
Leny menjelaskan bahwa tingkat kabupaten setiap Ormas juga wajib mengurus SKT agar diketahui siapa saja pengurusnya dan di mana sekretariat organisasi itu berada. Selain itu dengan mengurus SKT maka pihak Kesbangpol akan lebih mudah dalam memberikan pengawasan dan pembinaan terhadap organisasi tersebut.

“Jadi kami juga bingung, seharusnya setiap organisasi paham akan hal itu. Kalau seperti ini kami tidak tahu apa alasannya, apakan karena sengaja atau lalai,” ujarnya.
Ia menyesalkan sikap sebagian Ormas yang baru mau mengurus hal-hal yang berkenaan dengan SKT dan sebagainya ketika menjelang mendapatkan bantuan. Padahal seharus mengurus SKT adalah salah satu syarat legalnya sebuah organisasi.

“Kadang ribut ngurus SKT jelang ada bantuan. Contoh saja kemarin ada bebarapa Ormas yang sibuk ngurus SKT. Padahal ini bisa diurus dari jauh-jauh hari, jadi kita pun enak melakukan pendataan dan pengawasan,” sesalnya.
Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Sintang, Budi Harto turut menyayangkan ulah Ormas yang begitu ada bantuan baru sibuk mengurus administrasi, terutama SKT sebagai salah satu syarat agar sebuah organisasi bisa mendapatkan bantuan uang pembinaan.

“Inilah kelemahan sebagaian Ormas kita, begitu mendengar dana bantuan tersedia baru minta surat keterangan, jika tidak kaitan dengan anggaran mereka tidak mendaftar atau melapor,” katanya.
Jika tidak terdaftar, menurut Budi bukan pihaknya yang rugi karena yang justru rugi adalah Ormas itu sendiri.

“Mereka yang tidak mengurus SKT itu yang rugi karena tidak bisa mendapatkan pembinaan dari kami,” katanya.
Meski begitu, Budi mengimbau setiap Ormas untuk tidak lalai. Tentu semua itu demi kenyamanan bersama. “Kalau melaporkan enak, kami mudah mengawasi, jika ada uang pembinaan mereka akan dapat,” pungkasnya. (nak/pul)

Komentar