q Suara Pemred − Perawat Magang RSUD AM Djoen Mogok Kerja

Perawat Magang RSUD AM Djoen Mogok Kerja

Sintang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 258

Perawat Magang RSUD AM Djoen Mogok Kerja
Perawat RSUD AM Djoen mogok kerja.
Sintang, SP – Wakil Bupati Sintang, Askiman menerima 131 petugas kesehatan magang RSUD AM Djoen Sintang yang berunjuk rasa. Mereka menuntut diutamakan diangkat menjadi pegawai honorer dan kesetaraan beban kerja dengan ASN tenaga medis.  

Wakil Bupati Sintang didampingi Direktur RSUD AM Djoen Sintang dr Rosa Trifina mendengarkan aspirasi dan tuntuan para petugas kesehatan.  

Askiman menyampaikan, saat ini Kabupaten Sintang kekurangan tenaga medis dan guru. Pemerintah Kabupaten bahkan melarang tenaga medis pindah ke kabupaten lainnya.  

“Soal mogok kerja, saya harap kalian ingat juga dengan sumpah janji profesi yang tidak boleh meninggalkan pasien. Apakah dengan mogok akan membantu menyelesaikan masalah? Saya sudah berdiskusi dengan manajemen RSUD, bahwa kita membuka honorer untuk orang luar magang di RSUD jika belum ada tenaga magang di situ,” kata Askiman, Rabu (14/11).  

Menurut Askiman, manajemen RSUD AM Djoen terpisah dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang. “Jadi jika ada mendengar Dinas Kesehatan membuka peluang honor perawat. Tentu beda dengan RSUD AM Djoen Sintang,” ujar Wakil Bupati.  

“Saya paham kalian yang sudah magang memiliki pengalaman dan kemampuan sehingga layak diutamakan. Namun kami juga harus mendengarkan tuntutan masyarakat luar yang mau mengabdi. Jangan sampai ada nepotisme dalam pengangkatan honorer di RSUD AM Djoen.”  

Askiman mengatakan, pihaknya terbuka jika ada keluhan soal kebijakan pemerintah termasuk RSUD AM Djoen. Menurut dia, aksi mogok berdampak tidak baik dan mengganggu palayanan kesehatan.  

“Saya tidak suka cara ini. Kalian tidak setuju dengan keputusan manajemen RSUD, tetapi yang kalian siksa masyarakat yang sakit,” kata Wabup Sintang.    

Diakhir audiensi, salah seorang peserta mogok kerja menegaskan bahwa  131 petugas kesehatan yang magang di RSUD AM Djoen Sintang akan tetap mogok kerja meskipun dengan resiko diberhentikan.   

“Saya sudah perintahkan Kadis Kesehatan untuk mengatur dan menugaskan petugas kesehatan di puskesmas dan pustu untuk membantu pelayanan di RSUD AM Djoen Sintang supaya pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan.” (hms)