q Suara Pemred − KONI Kalbar Dianggap Gagal Angkat Prestasi pada Ajang PON XIX Jabar 2016

KONI Kalbar Dianggap Gagal Angkat Prestasi pada Ajang PON XIX Jabar 2016

Sport

Editor sutan Dibaca : 804

KONI Kalbar Dianggap Gagal Angkat  Prestasi pada Ajang PON XIX Jabar 2016
GRAFIS (SUARA PEMRED/ KOKO)
  PONTIANAK, SP -  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar dianggap gagal mengangkat prestasi pada pagelaran Pekan olahraga Nasional (PON) ke- XIX di Jawa Barat. Torehan 8 emas, 14 perak dan 11 perunggu di PON Jabar, tidak mampu mengangkat derajat Kalbar. Untuk pulau Kalimantan saja, Kalbar kalah dengan Kaltim dan Kalsel, tetapi hanya menang peringkat dari Kalteng dan Kaltara.

  Pegiat olahraga daerah pun meminta KONI dievaluasi. 
Ketua KONI Bengkayang ini menyebutkan, evaluasi yang dimaksud adalah, bagaimana upaya KONI Kalbar memberdayakan  para atlet di daerah. mulai dari pembinaan dan rekrutmen para atlet yang potensial.   "Itu yang terpenting sekarang," kata Martinus.  

Karena, selama ini, dua hal tersebut justru abai dilakukan oleh pengurus KONI Kalbar.  Contoh sederhana saja ada di Kabupaten Bengkayang. Sebelumnya, pada saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2014.
 

Kala itu, Bengkayang menyabet empat emas pada Cabor Aeromodeling. Sayangnya, para atlet yang menorehkan prestasi, tak satu pun dipanggil mengikuti TC mengikuti  Pra PON dan PON dari Provinsi.
 

"Seharusnya, para atlit yang terbukti berprestasi dipanggil dan mengikuti TC. Jangan ada unsur suka dan tidak suka," kata Martinus. Kritik lainnya disampaikan atlet tinju Kalbar, Daud Yordan.

Menurutnya, KONI dan pemerintah, minimnya prestasi Kalbar dikarenakan pembinaan atlet hanya terfokus di tingkat pusat dan kota. Imbasnya, para atlet yang  bertanding, tidak mendapatkan hasil maksimal.
“Contohnya saja ada Cabor tinju," kata Daud.

Daud mengaku, empat bulan lalu, dirinya sudah menghubungi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina ) Kalbar, di mana Daud mengajak pengurus menjali kerjasama menghadapi PON Jabar. Seperti melakukan Trainning Centre bersama.

Alasannya, waktu itu, atlet tinju mengikuti PON tidak banyak waktu mengikuti kejuaraan di luar.
"Karena saya tahu, Pertina membutuhkan kita sebagai teman berlatih, seperti sparring," kata Daud.  

Tapi kerjasama itu tidak muncul. Padahal, bila dibandingkan daerah lain, KONI di sana justru mengikutkan para atlet mereka mengikuti TC hingga ke luar negeri. Mulai dari Korea Selatan, Philipina dan lainnya.

"Sebenarnya, kalau kita tidak mampu lakukan TC, kita bisa manfaatkan apa yang ada di sekitar," tututnya.

Misalnya Pertina bisa memanfaatkannya sebagai partner dalam latih tanding. "Tapi cara ini tidak dilakukan Pertina. Padahal saya sudah lakukan koordinasi dengan Ketuanya," kata Daud.

Daud pun meminta para pengurus menghilangkan ego dan kepentingan pribadi di tubuh organisasi. Karena bila tidak dihilangkan, akan berdampak pada para atlet.

Dan itu terbukti, pada PON di Jabar, Cabor tinju, Kalbar hanya bisa meraih perunggu. Sedangkan Pertina sendiri sejak awal menargetkan 1 -2 Emas.

Ketua Pertina Kalbar, Tugimin Sukirin berkilah, kegagalan timnya meraih emas lebih disebabkan tindakan tidak fair dilakukan wasit hakim pertandingan.

Wasit hakim cenderung berat sebelah membela Tuan Rumah. Sebagaimana diketahui, Pertina Kalbar hanya mampu meraih perunggu.  

“Wasitnya tidak terlalu jujur, kita melihat, kalau petinju Kalbar main itu cukup baik. Tapi kita lihat banyak kendala di pertandingan. Lawan-lawan saling memeluk petinju kita, tapi tidak ditegur oleh wasit hakim," tuturnya.

Jangan Sistem Kocok

Kabid Pembinaan Prestasi, KONI  Kota Pontianak, Agus Rudi menilai data statistik perolehan medali PON untuk atlet Kalbar justru jalan di tempat dari segi perolehan medali emas. Bahkan secara peringkat juga menurun dibanding PON sebelumnya.


Rudi berpandangan, merosotnya prestasi atlet tidak bisa dengan alasan faktor sarana prasarana atau pendanaan. Sebab melihat sarana yang ada, untuk Cabor unggulan dianggap memadai. Yang terpenting, bagaimana pemerintah melalui Dispoda dan KONI membina atlet jangka panjang.

"Saya sendiri tidak tahu, apa-apa saja dilakukan KONI Provinsi selama empat tahun untuk persiapan PON," kata Rudi.

Rudi justru melihat, ada ketidakkonsistenan KONI memilih atlet yang diberangkatkan, harus memiliki prestasi dari tingkat bawah dan tidak bisa instan.

Kelemahan lain, atlet yang dikirim, bukan merupakan skala priorotas Cabor unggulan. "Jangan ada kocok ulang, tiba-tiba atlet lain muncul, sedangkan atlet yang punya prestasi dari awal malah tidak tercatat namanya,"  tuturnya.

Terbukti, pada Cabor Berkuda. Cabor ini bukan unggulan Kalbar. Bahkan Kalbar tidak memiliki atlet dan kuda. Kenyataannya, KONI justru  mengirim atlet pada Cabor tersebut.

"Kuda dan atlet kita tidak punya. Kita jadi bertanya, dari mana asal atlet yang dikirim tadi," tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Umum KONI Kalbar, Erwin Anwar mengaku tidak pernah menargetkan 13 medali emas untuk kontingen Kalbar. "Rasanya KONI Kalbar tidak pasan target 13 emas. Tapi yang benar adalah prediksi perolehan medali berdasarkan analisis," katanya.

Ia juga meluruskan,  apa yang diperjuangkan para atlet Kalbar di PON Jawa Barat sama seperti yang terjadi saat pra PON. Sehingga, prediksi 13 medali waktu itu bisa saja dicapai.


"Tapi kenyataannya nuansa PON beda jauh dengan Pra PON. Banyak faktor non teknis yang cukup menonjol dan merugikan kompetitor," terangnya.

Terkait dengan pendanaan, Erwin mengungkapkan dalam kondisi defisit. Meski begitu, ia mengaku berterima kasih pada Pemprov Kalbar yang telah membantu dalam hal pendanaan.

"Kalau bicara cukup, tentu sangat relatif. Nah dengan kondisi yang seperti itu, kami harus buat skala prioritas, maka disusunlah kelompok cabor menjadi andalan, harapan dan partisipan," terangnya.

Pun demikian dengan Cabor yang dipertandingkan. Cabor andalan dan non andalan mampu meraih medali, meski tidak semuanya meraih emas. "Cabor harapan juga demikian, hanya yang partisipan yang belum bermedali," sebutnya.

   Sayang, Kabid Olahraga, Dispora Kalbar, Sugeng Hariadi, enggan memberikan komentar. "Biarlah Pak Erwin (KONI) yang memberikan konfirmasi, karena mereka pelaksananya," tuturnya.

Sebelumnya KONI memasang target 13 emas  dan peringkat 15 even empat tahunan ini justru meleset. Informasi diterima Suara Pemred, sejumlah Cabor diprediksi mendulang medali, di antaranya IKASI 2 emas, PABDSI 2 emas, POBBSI 2 emas, FASIDA, 2 emas, KODRAT 2 emas, Pertina 1 emas, Perpani 1 emas dan TI 1 emas . 

  Tapi di lapangan, sejumlah cabang olahraga, yang diprediksi mendulang emas meleset. Kalbar justru berada di peringkat 22 Nasional.
(cah/ble/umr/bls/lis/sut)