Silau Mata di Sail Karimata (5)

Wisata

Editor Kiwi Dibaca : 910

Silau Mata di Sail Karimata (5)
Menjemur ikan hasil tangkapan nelayan Pulau Karimata
Memajukan kawasan kepulauan,  jelas tidak cukup hanya mengandalkan uang dari APBD Kabupaten Kayong Utara. Ada banyak  permasalahan yang harus dibenahi dari kabupaten yang memiliki ratusan pulau ini. “Tapi, semua itu bisa dilakukan bila ada niat untuk maju baik,” tutur Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid, kepada Suara Pemred. Satu di antaranya, memperjuangkan Kayong Utara menjadi tuan rumah dan bagian dari Sail Selat Karimata 2016. Sail Selat Karimata sendiri adalah program bahari bertaraf internasional. Ini adalah program dari pemerintah, tujuannya, untuk memberikan dampak kepada daerah dalam percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah tertinggal, dengan cara menggalang keterpaduan dan sinergi program lintas Kementerian, lembaga dan daerah guna mewujudkan kesejahteraan rakyat. “Sail Karimata adalah acara ke tujuh digelar. Tahun lalu Sail Tomini di Sulawesi Tengah. Kita sudah melihat, sekarang Tomini, pulau terluar itu infrastrukturnya sudah maju,” kata Hildi. “Di pulau kita ini, berharap bias menyusul,”tambahnya. Tapi untuk mengarah ke sana, Hildi mengaku, kala itu sempat terjadi perebutan tuan rumah Sail Karimata 2016 antara Provinsi Jambi, Provinsi Riau, Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Kalimantan Barat.

Namun, karena dari empat provinsi tersebut, Kabupaten Kayong Utara memiliki PAD kecil, maka pemerintah pusat memutuskan untuk menyelenggarakannya di sini. Pemkab Kayong Utara pun telah mengajukan dana Rp 3,4 triliun.  Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun tata kota dan infrastuktur dasar, seperti jalan, infrastruktur air bersih dan rumah bagi nelayan.
1 Juni 2016. Hildi sempat terharu, menghadiri undangan ke Jakarta. Kala itu, Mantan Menko Rizal didampingi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, resmi meluncurkan Sail Selat Karimata ditandai dengan memukul rebana bersama-sama. Mantan Menko Rizal, saat itu mendesak kepada kementerian dan lembaga yang terlibat agar bersungguh-sungguh berkoordinasi dalam persiapannya.

"Saya tidak ingin sekali even ini selesai terus tidak ada apa-apa setelahnya, harus ada impact (dampak) yang dirasakan rakyat," ujar Rizal di Jakarta.

Lebih jauh, Menko Rizal meminta kepada para gubernur yang terlibat agar benar-benar memanfaatkan even Sail Karimata untuk menciptakan even pendukung. Dan even dalam Sail Karimata harus berbentuk kompetisi.
“Saya terharu dan bangga, daerah kepulauan saya akan mendunia,” tutur Hildi. Sebentar lagi, Oktober 2016, nama Kayong Utara bakal mendunia. Bahkan Arief Yahya menargetkan, akan ada empat belas ribu wisatawan datang dan penasaran dengan suguhan dari Sail ini. Panitia bahkan mengundang 70 kapal yacht, yang akan melakukan perjalanan ke perairan Indonesia, sehingga dijadwalkan kapal Yacht ini juga akan melintas di perairan Karimata dan  dapat berlabuh di sekitar lokasi acara puncak Sail Selat Karimata. “Saya berharap pulau yang sepi dan minim akses ini bisa padat dengan kehadiran wisatawan luar ke sini,” kata Hildi. (Tim Redaksi)