Bengkayang post authorKiwi 02 Juni 2020 195

Perusahaan Dinilai Abaikan Masyarakat, Warga Tuntut Pimpinan PT PSA Mundur dari Jabatan

Photo of Perusahaan Dinilai Abaikan Masyarakat, Warga Tuntut Pimpinan PT PSA Mundur dari Jabatan

BENGKAYANG, SP - Puluhan masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di perusahaan kelapa sawit PT Perintis Sawit Andalan (PSA) di Kecamatan Lumar, Selasa (2/6).  Masyarakat meminta pimpinan perusahaan turun dari jabatannya.

Aksi tersebut sempat rusuh dan terjadi saling dorong dengan pihak keamanan dari perusahaan. Sempat juga terjadi aksi kejar-kejaran antara pendemo dengan oknum masyarakat. Namun insiden tidak sempat meluas dan berhasil diredakan.

Para pendemo menggunakan ikat kepala kain warna merah dan mengatasnamakan warga Desa Belimbing, Kecamatan Lumar. Para pendemo ini menilai keberadaan PT PSA tidak memberdayakan sebagian masyarakat setempat dan tidak peduli dengan tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam spanduk yang dibentangkan masyarakat juga meminta agar Gubernur Kalbar, Sutarmidji mencabut izin. Sebagian masyarakat menyesalkan tidak ada kehadiran dari pimpinan perusahaan untuk memberikan tanggapan. Sementara yang hadir dalam orasi ada aparat TNI-Polri bersenjata lengkap dan pihak keamanan dari perusahaan.

Ketua DAD Desa Belimbing, Nordi menyatakan, pimpinan perusahaan yang berinisial S tidak memperdulikan warga Desa Belimbing.

"Kami demo, karena kami merasa dirugikan bapak S. Bapak-bapak perlu tahu. Dengan perangkat desa, Pak S tidak dipercaya, tidak dihargai. Dari RT, dusun, kepala adat, dan masyarakat Desa Belimbing tidak dipedulikan Pak S,”  ungkap Nordi.

Nordi dalam orasinya menyebutkan, pihak perusahaan terutama pimpinan lebih peduli dengan aparat keamanan saja. Nordi juga menyatakan, bahwa S telah mengadu domba antara masyarakat Desa Belimbing dengan aparat.

"Kami mengambil kesimpulan bahwa Pak S mengadu domba masyarakat Desa Belimbing dengan aparat. Ini yang kami tidak suka," Sesal Nordi.

Sementara Ketua DAD Kabupaten Bengkayang, Martinus Kajot memastikan tidak akan ada tindakan negative dari aksi yang dilakukan. Kajot juga meminta agar sumber daya di wilayah tersebut dimanfaatkan dan diperdayakan.

“Saya hadir di sini sudah lapor dengan Kapolres, karena itu sampaikan apa yang kita inginkan, mengapa perusahaan menggunakan orang lain dan warga setempat tidak diperhatikan,” kata Kajot.

“Kita menghadirkan perusahaan di sini agar menyejahterakan masyarakat, saya lihat bakat-bakat orang di sini bawa alat berat banyak, kerja juga bisa, apalagi mau mupuk sawit juga bisa,” sebut Kajot.

Kajot meminta kepada warga yang hadir aksi demontrasi hari ini agar menyampikan aspirasi dengan kondusif. “Aparat kepolisian dan TNI juga tidak mau masyarakatnya ribut,” pinta Kajot.

Suara Pemred telah menghubungi pihak perusahaan terkait aksi demo ini, namun hingga pukul 20.00 WIB, belum ditanggapi. (nar/jee)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda