Bengkayang post authorKiwi 11 Oktober 2021

Pemkab Gelar Workshop Penguatan Perlindungan Anak Daerah Perbatasan

Photo of Pemkab Gelar Workshop Penguatan Perlindungan Anak Daerah Perbatasan

BENGKAYANG, SP - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) menggelar Workshop penguatan perlindungan anak daerah perbatasan, yang dipusatkan di Hotel Lala Golden Bengkayang, Senin (11/10).

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan penguatan kepada anak-anak yang berada di Kabupaten Bengkayang, khususnya daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal dalam kesempatan tersebut menyampaikan, workshop yang dilaksanakan tersebut hasilnya nanti dapat diimplementasikan terutama untuk penguatan anak-anak di perbatasan.

"Kiranya semua lembaga-lembaga P3A harus difungsikan agar dapat meminimalisir kejadian-kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di daerah perbatasan yang mendapat perhatian khusus," ucap Rizal disela-sela kegiatan.

Rizal mengatakan, perhatian dan perlindungan anak daerah perbatasan mesti dilakukan secara bersinambungan dan berkelanjutan. Guna mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA), serta hak-hak anak dimasa pandemi covid-19 dapat terpenuhi.

Wabup Rizal menyampaikan, ditengah situasi saat ini, anak-anak adalah kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan dan perhatian. Dengan memberikan jaminan pemenuhan hak anak tanpa diskriminasi.

"Perlindungan dan perhatian mesti dilakukan berkesinambungan, untuk wujudkan Kabupaten Layak Anak,"katanya.

Lanjut ia, selama ini ia memperhatikan, kelompok perempuan dan anak bahkan kerap menjadi sasaran tindak kriminal, dan pelecehan seksual. Oleh karena itu, dengan adanya workshop hari ini, tentu mengandeng semua pihak peduli akan keberadaan dan keamanan anak.

Rizal juga meminta pihak terkait bersama-sama bersinergi dan solid dalam upaya penguatan dan menghadapi tantangan pada situasi saat ini. Terlebih lagi nanti jika PLBN Jagoi Babang sudah dibuka, tentu hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat Perbatasan. Tak menutupi kemungkinan, masalah sosial pasti terjadi.

"Kita harap kedepan agar permasalahan-permasalahan sosial di wilayah perbatasan dapat diminimalisir dan ditangani dengan baik, sesuai harapan kita bersama," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Bengkayang, Romy, mengatakan pada prinsipnya anak memiliki prinsip Konvensi Hak Anak (KHA) di antaranya, non diskriminasi, kepentingan terbaik anak, kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang dan mendengar pandangan anak.

Tambahnya, terlebih dimasa pandemi. Hak-hak tersebut mesti juga didapatkan dan diawasi oleh pihak terkait.

"Semoga penguatan perlindungan anak daerah perbatasan dimasa pandemi dapat terwujud dengan baik,"tutupnya. (Nar)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda